بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Featured Posts

Saturday, October 14, 2017

Polri: Tilang Elektronik Mengirit Tenaga Polisi


Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggodok regulasi untuk penerapan tilang elektronik seiring telah diujicoba tilang berbasis Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah kota, salah satunya Surabaya.

"Regulasi yang sudah ada akan direvisi untuk diperjelas lagi berdasarkan pengalaman tilang elektronik yang telah diujicoba di beberapa daerah," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa kepada wartawan di Surabaya, Jumat (13/10/2017).

Dalam kesempatan itu Royke menyempatkan mampir ke Gedung "Command Center" di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya untuk melihat secara langsung proses penindakan tilang elektronik yang telah diujicoba selama sebulan lebih.

Dia mengatakan, regulasi tilang elekotronik yang sedang dibahas, salah satunya adalah terkait pengiriman bukti rekaman pelanggaran yang terekam di CCTV ke alamat pemilik kendaraan.

"Ini nanti akan diperjelas melalui regulasi yang sedang kami revisi," katanya.

Selain itu, dia menambahkan, regulasi juga akan mengkaji pelat nomor kendaraan.

Dia mencontohkan, kalau di negara-negara maju, huruf dan nomor yang tertera di pelat kendaraan warnanya gelap serta latar belakangnya berwarna terang.

"Kalau di negara kita kan terbalik, semisal untuk kendaraan pribadi, latar belakangnya gelap dan nomornya terang. Itu sering kali susah dideteksi CCTV," ujarnya.

Menurut dia kajian terkait warna pelat nomor ini kemungkinan memerlukan perubahan dalam regulasinya.

"Targetnya sampai ada peraturan Kepala Polri, tahun depan kami akan koordinasi terkait anggaran negara apakah memungkinkan untuk transisi itu, barulah setelah itu diterapkan tilang elektronik secara nasional," ucapnya.

Royke menambakan penerapan tilang elektronik merupakan bentuk modernisasi kepolisian.

"Jadi bukan hanya perilaku saja yang modern, tapi alat juga. Ini juga akan ngirit tenaga petugas polisi di lapangan," katanya. (Antara)

Mobil Nekat Kabur lalu Dikejar-kejar Massa Pemotor


Jakarta - Seorang pengemudi Honda Brio nekat kabur setelah tabrak lari di Bandung, Jawa Barat. Pengemudi akhirnya dikejar oleh pemotor yang melihat tabrak lari itu. Aksi kejar-kejaran terjadi. 3 Kali tertangkap, 3 kali pula mobil itu berhasil kabur, hingga akhirnya tertangkap.

Aksi itu terekam oleh pemotor yang diunggah ke Facebook lewat akun Marvin Aurelius. Kejadian itu disebut terjadi di Bandung, Jl Asia Afrika. Tak disebut waktu kejadian peristiwa tersebut.

Terlihat ada sejumlah pemotor yang mengejar mobil itu usai kejadian tabrak lari. Mobil akhirnya sempat berhenti di lampu merah. Pemotor yang mengejar dengan emosi turun dari motor dan meminta pengemudi untuk keluar.




Ada dari pemotor yang sampai menendang kencang bagian belakang mobil. Ada pula yang memukul keras kaca mobil hingga retak. Salah satu dari pemotor itu ada yang menggunakan pakaian TNI dan juga meminta agar pengemudi keluar mobil. 

"Woy..Tabrak lari. Tabrak lari. Keluar...," teriak pemotor yang emosi. 

Bukannya keluar dari mobil, setelah lampu berganti hijau, pengemudi malah tancap gas melaju kencang. Pemotor yang semula memukul dan menendang, kembali mengejar mobil tersebut. 

Setelah itu, mobil meliuk melewati jalanan yang cukup padat dengan kendaraan lainnya. Dilihat dari video, lokasi kejadian itu di sekitar Jalan Asia Afrika. 

Pemotor pun kompak di bagian samping kanan, kiri serta belakang untuk menghadang mobil. Tapi pengemudi tetap saja dan bandel melaju. Mobil kembali berhenti setelah menemui kepadatan lalu lintas. Pemotor dengan emosi menendang dan menyuruh pengemudi keluar. 




Aksi itu akhirnya baru dapat dihentikan setelah pengemudi terjebak di kemacetan di Jalan Asia Afrika. Pemotor memanfaatkan kesempatan untuk menghadang mobil dan berhasil. Bahkan petugas polisi serta petugas keamanan setempat juga membantu agar pengemudi itu mau keluar. 

Polisi juga sempat meminta agar massa tidak main hakim sendiri. Setelah diminta berulang kali, pengemudi yang merupakan seorang pria itu akhirnya mau keluar dan ditangani oleh polisi.

Dari penampakan, bagian belakang mobil tampak rusak dan lecet. Kaca depan mobil juga retak begitupun di kaca bagian penumpang. 
(nkn/tor)

KPK Makin Percaya Diri Menjerat Kembali Setya Novanto


VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi semakin percaya diri menerbitkan kembali surat perintah penyidikan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto, dalam terkait e-KTP. Sebab, Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan peraturan baru mengenai penyidikan terhadap seseorang yang sebelumnya menang dalam praperadilan.

"Kami akan jalan terus dan tentu saja akan semakin kuat ketika ada putusan MK ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis 12 Oktober 2017.

Kedati begitu, untuk meminimalisir celah dipatahkan lagi sangkaannya, KPK akan mempelajari poin-poin yang menjadi pertimbangan hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Febri Pun enggan berspekulasi, kapan instansinya menerbitkan lagi Sprindik untuk Novanto.

"Karena yang kami lakukan sekarang adalah penanganan perkara e-KTP secara keseluruhan bahwa ada pihak-pihak yang harus mempertanggungjawabkan secara hukum, tentu akan kita proses," kata Febri.

Sebelumnya PN Jaksel membatalkan penetapan tersangka Novanto oleh KPK. Namun belakangan MK mengeluarkan keputusan bahwa lembaga penegak hukum bisa tetapkan seseorang tersangka lagi meskipun sudah memenangkan praperadilan.

MK juga memutuskan jika alat bukti yang telah digunakan pada penyidikan kasus sebelumnya bisa digunakan untuk menetapkan seseorang tersangka, sepanjang bukti-bukti itu masih memiliki hubungan erat dengan perkara diusut.

MK mengeluarkan putusan itu setelah menyidangkan uji materi atas Pasal 83 ayat 1 KUHAP yang diajukan mantan Direktur PT Mobile 8 Anthony Candra Kartawiria.

Oknum TNI Sebabkan Suporter Tewas, Pangkostrad Marah Besar


VIVA.co.id - Tewasnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang di Stadion Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor, membuat marah Ketum PSSI yang juga menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy menegaskan bakal mengusut tuntas kasus tersebut.

Banu tewas usai menyaksikan laga PSMS kontra Persita, dalam lanjutan babak 16 besar Liga 2, Rabu 11 Oktober 2017. Banu disebut tewas lantaran kekerasan oknum TNI, yang diketahui mendukung PSMS.

Selaku Ketum PSSI dan Pangkostrad, Edy menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti bersalah, prajurit TNI tersebut akan dihukum berat.

Edy mengakui, jika kebanyakan prajurit TNI tersebut merupakan anggota Kostrad, korps yang dipimpinnya. Akibat kejadian ini juga, Edy melarang para prajuritnya untuk menyaksikan laga sepakbola di dalam stadion.

Meski demikian, Edy juga mengungkap jika ada beberapa prajurit yang menderita luka-luka di kepala, akibat bentrokan dengan suporter Persita.


"Sudah pasti akan saya hukum. Kebanyakan memang dari Kostrad itu. Ada beberapa juga yang dari masyarakat. Suporter ini (TNI) juga dilempari kepalanya sampai bocor," kata Edy.

"Saya akan cari tahu ini apa persoalannya. Untuk sementara, saya tidak izinkan prajurit-prajurit masuk ke stadion (menonton pertandingan)," ujarnya.

Friday, October 13, 2017

Sami Khedira, Gelandang Juventus Protes FIFA 18

Gara-gara Hal Sepele, Gelandang Juventus Protes FIFA 18

VIVA.co.id – Gelandang Juventus, Sami Khedira, baru saja melayangkan protes kepada game sepakbola yang baru saja dirilis, FIFA 18. Itu lantaran gaya rambutnya di game tersebut masih memakai yang lama, saat masih panjang dan memakai ikat kepala.
Dikutip The Sun, FIFA 18 baru saja dirilis pada akhir bulan lalu. Mereka juga menyebut ciptaan terbarunya ini akan menyajikan data dan sensasi bermain yang lebih nyata.

Tapi, hal itu ternyata tak dirasakan oleh Khedira. Mantan pemain Real Madrid itu tak senang dengan tampilan dirinya yang tak sesuai dengan kondisi terkini yang sudah memangkas rambutnya.

Dia pun mengungkapkan protes lewat akun Twitter pribadinya. Dia merasa heran dengan pencipta game tersebut yang masih memakai gaya rambut yang sudah ditinggalkannya sejak dua tahun lalu tepatnya saat dia bergabung dengan Juventus.
"Saya senang Anda menyukai rambut panjang saya, tapi saya sudah meninggalkannya sejak dua tahun lalu," tulis Khedira.

Hey @EASPORTSFIFA , I'm really glad you like my long hair... but I'm wearing it short for almost two years now... 🙄😄💇🏻♂ 

Tutupnya Taman Hiburan Rakyat Sriwedari yang Legendaris


Pengunjung di pintu masuk Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari tak beroperasi, Kamis (12/10).
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Manajemen Taman Hiburan Rakyat Sriwedari memutuskan untuk menutup tempat hiburan tersebut. Tempat hiburan legendaris di kota Solo itu resmi di tutup mulai 4 Desember 2017 mendatang.


Di tutupnya THR lantaran Pemkot Solo berencana membangun masjid raya dan taman terbuka hijau di lokasi tersebut. Pemkot Solo telah menawarkan lokasi baru di lahan kosong Taman Satwa Taru Jurug agar THR dapat beroperasi lagi.


Namun, manajemen merasa kerberatan dengan ketentuan pajak, nilai sewa lahan, dan durasi sewa lahan di lokasi baru yang ditawarkan.


THR Sriwedari menjadi tempat hiburan legendaris di Kota Solo sejak 32 tahun lalu. Tempat hiburan ini menyuguhkan berbgai permainan dengan harga tiket murah. Selain itu tiap pekannya pengunjung disuguhkan pagelaran seni dan musik.

Akhiri Tugas, Djarot Wakili Jokowi dan Ahok Minta Maaf ke Warga


Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus mengejar waktu, menuntaskan semua pekerjaannya sebelum masa jabatannya berakhir, 15 Oktober mendatang.

Hari ini secara simbolik, Djarot meresmikan 100 RPTRA di Monas, Jakarta Pusat. Djarot pun memanfaatkan kesempatan ini untuk berpamitan sekaligus meminta maaf pada warga Jakarta.

Djarot menyampaikan permintaan maaf atas nama tiga gubernur yakni Joko Widodo atau Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan dia sendiri.

"Dari tiga gubernur ini, Pak Jokowi Alhamdulillah sekarang memimpin Indonesia dengan sangat baik dan peduli. Ini kebanggaan bagi kita semua," ujar Djarot di kawasan Monas, Selasa 10 Oktober 2017.

Sedangkan untuk Ahok, Djarot meminta agar warga mendoakan mantan Bupati Belitung Timur itu agar diberi kekuatan.

"Pak Ahok sekarang sedang alami cobaan. Maka kami mohon doa kepada seluruh warga agar Pak Ahok diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani cobaan ini," ucap Djarot.

Meski saat ini Ahok dipenjara, Djarot yakin kebenaran yang sejati bisa terlihat belakangan. Dengan nada tinggi Djarot mengatakan, keadilan pasti datang.

"Ingatlah kebenaran itu datangnya belakangan. Keadilan bisa datang belakangan. Termasuk juga penyesalan bisa datang belakangan," kata Djarot.

"Mari kita uji apakah yang akan hadir kebenaran, keadilan, atau penyesalan kita sebagai warga bangsa," tambah Djarot.


Bertemu Ahok

Djarot juga bercerita tentang pertemuannnya dengan Ahok dua pekan lalu. Ahok, kata Djarot, hingga kini masih memikirkan warga Jakarta.

"Beliau dalam kondisi sehat, tetap semangat, serta masih memikirkan warga Jakarta sebelum 15 Oktober, supaya saya benar-benar tanggung jawab menuntaskan program," kata Djarot.

Djarot lantas berterima kasih kepada warga yang masih memberikan apresiasi kepada tiga gubernur ini. Karangan-karangan bunga yang ada di Balai Kota menjadi bukti puasnya warga.

"Apresiasi ini memberi penguatan kepada saya, Pak Basuki, dan tentu saja Pak Jokowi. Kami bangga, pada semuanya telah bekerja setulus hati dalam melayani warga Jakarta tanpa terkecuali," Djarot memungkas.

Tujuan Diberlakukan Aturan Validasi Prabayar Pakai NIK


VIVA.co.id – Pemerintah berupaya mewujudkan konsep 'national single identity' atau identitas tunggal nasional dengan memberlakukan aturan validasi nomor telepon seluler prabayar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI, Edison Sianturi menyampaikan, sesuai rancangan konsep, NIK akan menjadi sebuah kunci akses yang berlaku secara nasional untuk layanan-layanan mendasar, seperti kesehatan (BPJS), pendidikan, kesejahteraan, termasuk telekomunikasi.


"Semuanya nanti terintegrasi secara nasional. Registrasi dilakukan menggunakan NIK yang tersimpan di basis data nasional. Itu menjadi kunci akses," ujar Edison saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh VIVA.co.id pada Kamis, 12 Oktober 2017.

Edison menyampaikan, pelaksanaan aturan merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Dengan demikian, menurut Edison, pelaksana teknis dari pemberlakuan aturan ini sepenuhnya adalah lembaga-lembaga pemerintah pusat juga.


"Pemberlakuannya tidak dilakukan secara regional, namun nasional," ujar Edison.

Meski begitu, Edison menyampaikan, Disdukcapil DKI, serta Disdukcapil di setiap daerah di Indonesia, berperan memastikan akurasi dari data kependudukan melalui e-KTP. Akurasi dari data itu dinilai akan dapat membuat layanan-layanan mendasar yang diterima setiap masyarakat menjadi lebih berkualitas.

"Kita bersama-sama membuat sebuah data yang sifatnya nasional," ujar Edison.

Pelaksanaan aturan validasi nomor telepon seluler prabayar menggunakan NIK dimulai 31 Oktober 2017. Pengguna kartu prabayar diharuskan mengirimkan SMS ke nomor 4444 dengan format NIK#NomorKK# untuk pengguna baru, atau ULANG#NIK#Nomor KK# untuk pengguna lama.

Ada pun data-data itu harus sesuai dengan data yang tertera di Kartu Keluarga dan KTP. Data lantas akan divalidasi kebenarannya ke basis data Dukcapil Kemendagri hingga nomor telepon seluler sah untuk digunakan.

Sandiaga Uno Janji Tak Ambil Gaji Wagub DKI

Sandiaga Uno Janji Tak Ambil Gaji Wagub DKI

VIVA.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno berkomitmen tidak akan menerima gajinya selama menjabat sebagai orang nomor dua di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Tidak ambil (gaji). Udah semuanya akan dikelola Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqoh, yatim dan duafa," kata Sandi di Jalan Tirtayasa II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Oktober 2017.
Sandi mengatakan sudah mantap dengan keputusannya tersebut. Ia akan menggunakan gajinya untuk keperluan anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa.

"Gaji pertama dan lima tahun ke depan tidak akan ada yang (diambil). Insya Allah memakmurkan anak-anak yatim, fakir miskin dan duafa," ujarnya.

Sandi akan dilantik secara resmi menjadi Wakil Gubernur DKI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin, 16 Oktober 2017. Dia dilantik bersama pasangannya, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan. (ase)

Ada Emas Senilai Rp 26 M di Air Limbah

Aneh tapi Nyata, Ada Emas Senilai Rp 26 M di Air Limbah


Swiss - Siapa yang menyangka kalau ada emas senilai US$ 2 juta (sekitar Rp 26 miliar) di dalam air limbah? Hal itu mungkin terlihat aneh tapi nyata terjadi di Swiss. 

Para ilmuwan di Swiss menemukan emas senilai Rp 26 miliar itu di sebuah pabrik pengolahan kotoran dan air limbah setempat. Dilansir CNN, Kamis (12/10/2017), diperkirakan ada sekitar 43 kilogram emas yang ada di sistem pembuangan limbah Swiss setiap tahunnya. 

Ilmuwan meyakini emas itu berasal dari industri pembuatan jam tangan dan kilang emas yang ada di Swiss. Serpihan emas itu diyakini mengalir dalam sistem pembuangan air dari lokasi industri tersebut, sebelum berakhir di dalam sistem limbah. 



Dari hasil penelitian, di beberapa wilayah di Swiss malah memiliki kadar emas yang lebih tinggi dari wilayah lainnya. Contohnya, di bagian selatan Swiss yang merupakan tempat penyulingan kilang emas. 

"Konsentrasi emas di lumpur limbah cukup tinggi," kata para peneliti.

Selain emas, ilmuwan juga menemukan unsur lainnya yang tak terduga di dalam limbah, seperti perak dan mineral tanah. Biasanya dua unsur itu digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik. (nkn/nvc)