بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog: 04/17/14
Go Green

Clock Link

Thursday, April 17, 2014

Tak Empati Ibu Hamil di KRL, Dinda Jadi Trending Topik Twitter


Tak empati ibu hamil di KRL, Dinda jadi trending topik Twitter

MERDEKA.COM. Sejak beberapa hari lalu nama Dinda meramaikan jagat jejaring sosial, mulai dari Twitter, Facebook dan Path. Bahkan nama Dinda menjadi trending topik di Twitter.

Pantauan merdeka.com, Kamis (17/4), nama Dinda sudah disebut sekitar 33.700 kali. Tak hanya status, nama Dinda juga kerap muncul dalam caption foto tentang Dinda yang benci ibu hamil yang minta tempat duduknya di KRL.

Atas masalah itu, Dinda sudah meminta maaf atas kesalahannya. Dinda mengaku masalah tersebut menjadi pelajaran dirinya untuk tak sembarang menyebar kebencian di sosial media.


"Terima kasih ya komen-komennya mba dan mas. saya sangat berterima kasih dibukakan mata saya atas pelajaran hidup saya ini. semoga saya bisa menjadi manusia lebih baik. aminnn. saya ingin meminta maaf setulus hati saya kepada rekan-rekan sekalian. karena perkataan saya yang tidak berkenan. saya harap pintu maaf dibukakan untuk saya. sekali lagi terima kasih ya rekan-rekan. dan saya meminta maaf sepenuh hati," tulis Dinda mengomentari teman-temannya dalam gambar yang diunggah oleh pengguna jejaring sosial Twitter.

Pelaku Pencabulan Harus Diberi Tato Khusus di Badan supaya Jera


MERDEKA.COM. Kejadian tindak pelecehan seksual terhadap anak terjadi di Taman Kanak-Kanak pada Sekolah International Jakarta (Jakarta International School/JIS) yang terungkap baru-baru ini membikin terkejut banyak orang. Bahkan dikhawatirkan pelaku bakal mengulangi perbuatannya jika kembali ke masyarakat usai menjalani masa hukuman.

Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel sumbang saran soal ini. Menurut dia, ada beberapa langkah jitu bisa diterapkan guna membatasi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak.

Dari segi aturan hukum, Reza menyarankan supaya penegak hukum tidak hanya berpatokan pada hukuman dalam pasal-pasal pidana. Sebab, lanjut dia, jika ingin membuat jera pelaku, maka hamba hukum harus mengombinasikan antara aturan dengan akibat kejahatan itu terhadap masyarakat.

"Karena peristiwa ini membuat geger masyarakat dan dampaknya menyakitkan, maka menurut saya penegak hukum jangan hanya mengacu kepada KUHP. Mari pakai pola pikir kejahatan itu kejam dan berat. Kalau dengan cara itu hukumannya mungkin bisa lebih dari 15 tahun penjara," kata Reza kepada merdeka.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (16/4).

Kedua, lanjut Reza, para pelaku kekerasan seksual terhadap anak-anak juga mesti dibuat jera dengan sanksi sosial. Meski begitu, tambahnya, dia mengakui sampai saat ini belum ada formula jitu mengubah perilaku mereka dan menjamin kelak kalau mereka kembali ke masyarakat peristiwa itu tidak akan terulang.

Reza mengatakan, karena penanganan dari sisi hukum tidak cukup, maka harus ada sanksi sosial yang terlembaga. Dia mencontohkan seperti di Australia. Di negeri kanguru itu, negara menyebarkan peringatan masyarakat (public notice) atas pelaku kejahatan seksual. Semua data diri pelaku mulai dari nama hingga tempat tinggal tercantum dalam peringatan itu. Hal itu dilakukan supaya masyarakat waspada terhadap pelaku, meski sudah menjalani masa hukuman. Tetapi buat dia, masih ada lagi cara yang lebih 'brutal' supaya pelaku kejahatan seksual kapok.

"Seiring public notice, di Kartu Tanda Penduduk pelaku kejahatan seksual bisa diberikan tanda khusus. Kalau mau lebih kejam dan brutal lagi, di bagian tubuh pelaku yang terbuka diberikan rajah khusus sebagai tanda dia adalah pelaku kejahatan seksual. Supaya orang-orang sadar," ujar Reza.

Kemudian, Reza juga mengingatkan supaya pihak sekolah mawas diri. Menurut dia, kejadian ini membuktikan kalau sampai saat ini belum ada satu pun sekolah yang bisa menjamin lingkungan mereka bebas dari kejahatan. Bahkan, lanjutnya, negara bisa campur tangan dalam masalah ini dengan menggunakan 'kuncian' akreditasi.

"Sekolah manapun kalau terbukti tidak aman misalnya, pemerintah bisa menurunkan akreditasinya," lanjut Reza.

Namun, Reza menyayangkan sikap polisi yang buru-buru menuding pelaku kejahatan itu mengidap kelainan seksual pedofilia. Menurut analisanya justru si pelaku normal karena memiliki orientasi seksual terhadap orang dewasa, tapi melampiaskannya kepada anak-anak. Sementara dalam kasus pedofilia, pelaku memang memiliki penyimpangan karena hanya tertarik dengan anak-anak.

"Kalau saya enggak setuju ini pedofilia. Kalau kasus ini dugaan saya ketertarikan seksnya pelaku terhadap orang dewasa. Jauh lebih tepat disebut kekerasan seksual terhadap anak. Kenapa polisi capek-capek menyatakan hal itu? Mestinya polisi berani asumsi saja orang ini normal, waras. Karena dalam psikologi forensik, definisi pedofilia, homoseks, dan child abuse sangat berbeda," ucap Reza.

Daftar Lengkap Pemenang SCTV Music Awards 2014!

Inilah Daftar Lengkap Pemenang SCTV Music Awards 2014!

KAPANLAGI.COM - Seperti tahun sebelumnya, SCTV Music Awards 2014 berlangsung sangat meriah. Acara yang digelar di Hall D2 Kemayoran itu menyajikan hiburan yang semarak. Kemeriahan ini pun terlihat dari dua belas insan musik yang mendapatkan apresiasi dari SCTV.

Secara menghibur, Ivan Gunawan, Andika Pratama, Bianca Liza, Gading Marten, dan Narji memandu jalannya acara. Acara semakin seru karena ada penampilan top yang disuguhkan dari penyanyi papan atas, seperti NOAH, Geisha, Cherry Belle, Wali, Afgan,SMASH, Last Child, Inul Daratista, Zaskia Shinta, Armada dan tentunya adalah Syahrini.

Dan, dua belas nama pun bersaing untuk meraih penghargaan yang paling Ngetop pada tahun ini. Alhasil, NOAH, Syahrini, Afgan, dan SMASH yang masing-masing dapat satu penghargaan di kategori puncak.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah para pemenang SCTV Music Awards 2014. Congratulation!

1. Penyanyi Solo Pria Paling Ngetop: Afgan
2. Penyanyi Solo Wanita Paling Ngetop: Syahrini
3. Duo/Group Band Paling Ngetop: NOAH
4. Boy/Girlband Paling Ngetop: SMASH
5. Penyanyi Dangdut Paling Ngetop :Inul Daratista
6. Lagu Pop Paling Ngetop: Lumpuhkanlah Ingatanku (Geisha)
7. Lagu Dangdut Paling Ngetop: Masa Lalu (Inul Daratista)
8. Vokalis Band Paling Ngetop: Ariel (NOAH)
9. Pemain Gitar Paling Ngetop :Apoy (Wali)
10. Pemain Bass Paling Ngetop: Chua (Kotak)
11. Pemain Keyboard Paling Ngetop: Ricky (Five Minutes)
12. Pemain Drum Paling Ngetop: Aan (Geisha)

(kpl/trn)

Cristiano Ronaldo Merangkul dan Menghibur Messi Usai Laga Final Copa del Rey

Cristiano Ronaldo Merangkul dan Menghibur Messi Usai Laga Final Copa del Rey

TRIBUNNEWS.COM - Rivalitas identik pada dua sosok kunci di tim masing-masing ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Keduanya memang bersaing untuk predikat terbaik, untuk Real Madrid dan Barcelona, maupun untuk prestasi pribadi.

Namun, bukan berarti rivalitas tingkat tinggi membuat mereka bermusuhan. Sikap profesionalitas dan sportmanship ditunjukkan keduanya. Mau bukti? Sebuah foto yang dilansir Marcamenunjukkan keduanya berbincang akrab di lapangan usai laga Final Copa del Rey, Kamis (17/4/2014).

Dalam foto tersebut, Ronaldo, mengenakan setelan jas dan topi, menghampiri Messi dan merangkulnya. Ronaldo memang tidak diturunkan dalam laga yang dimenangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona tersebut lantaran cedera.

Ia hanya duduk di bangku penonton bersama rekan satu timya, Marcelo yang juga mengenakan setelan jas. Mercelo juga tengah dibekap tengah cedera.

Usai laga berakhir, Cristiano Ronaldo masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan bersama rekan satu timya. Selain itu, ia datang ke rivalnya, Lionel Messi untuk memberikan penguatan hati. Messi yang didatangi, tampak menyambut rangkulan Ronaldo. Ia terlihat tersenyum saat berbicara pada Ronaldo.

Madrid Juara Copa del Rey Usai Kalahkan Barcelona

Gareth Bale berlari menggiring bola dari tengah lapangan. Di sebelahnya, bek Barcelona Marc Bartra kepayahan mengejar. Dengan tenang, Bale menceploskan bola melewati hadangan kiper Pinto dan gooool! Madrid pun menang 2-1 atas Barca dalam final Copa del Rey yang seru dan menegangkan.


s

Barcelona Kalah Tiga Kali Beruntun: Messi Cs di Ujung Rekor Buruk

Barcelona Kalah Tiga Kali Beruntun: Messi Cs di Ujung Rekor Buruk

TRIBUNNEWS.COM – Kegagalan menjuarai Copa del Rey 2013/14, Kamis (17/4/2014) menjadi tanda bahaya bagi Barcelona. Kegagalan itu membuat pasukan Gerardo Martino berada di pengujung rekor buruk.

Kekalahan 1-2 di tangan sang rival abadi, Real Madrid, di Mestalla, menjadi catatan buruk bagi Barcelona. Untuk pertama kalinya sejak Januari 2003, klub asal Catalan itu menelan tiga kekalahan secara beruntun.

Rentetan kekalahan Barcelona diawali dari kekalahan 0-1 dari Atletico Madrid di perempat final Liga Champions. Akhir pekan lalu Blaugrana tumbang dengan skor yang sama di tangan Granada.

Kekalahan ini sekaligus memperkecil peluang Barcelona meraih trofi pada musim 2013/14. Di Liga Champions langkah mereka terhenti di babak perempat final. Di La Liga, peluang Barcelona meraih gelar juara tipis karena saat ini berada di peringkat ketiga dengan 78 angka. Atletico Madrid berada di puncak klasemen sementara dengan 82 angka, disusul Real Madrid dengan 79 angka.

Jika gagal menjuarai La Liga, maka akan tercatat sebagai tinta merah dalam sejarah Barcelona. Sejak 2008 Barcelona tidak pernah gagal meraih satu dari tiga turnamen yang mereka ikuti seperti La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Acer Luncurkan Liquid E3


Acer kembali merilis dua smartphone untuk pangsa pasar yang berbeda, yakni Liquid E3 dan Liquid Z4. Untuk segmen menengah, Acer menawarkan E3 yang memiliki kamera dengan resolusi tiggi dan bukaan besar.

Liquid E3 dan Liquid Z4 diluncurkan Acer di Jakarta, Rabu (16/4), yang ditandai dengan hadirnya CEO Acer Inc, Jason Chen, yang baru menduduki kursi pucuk pimpinan perusahaan Taiwan itu sejak 1 Januari tahun ini. 

Presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim menjelaskan bahwa Liquid L3 adalah ponsel pintar dengan kamera belakang beresolusi 13 MP. Tak cuma itu, E3 juga diklaim bisa diandalkan dalam kondisi kurang cahaya karena memiliki bukaan F1.8. “Ponsel dengan kamera 13 MP itu sudah biasa, makanya kami menawarkan yang lebih, yakni aperture yang besar,” terang Lim. Selain kamera resolusi tinggi, E3 juga menawarkan fitur tambahan bernama Bright Magic untuk memperterang hasil foto di tempat gelap.

Masih soal kamera, E3 juga mempunyai fitur unik berupa flash di kamera depan yang beresolusi 2 MP. Fitur yang tampak sederhana ini akan menolong mereka yang hobi berfoto selfie tapi kadang terkendala pencahayaan. Selain itu, E3 juga mengusung rapid button yang terletak di bagian belakang bodi yang bisa digunakan untuk memotret dengan sekali tekan.


Liquid E3 memilik layar yang cukup lebar, 4,7 inci, tanpa membuatnya jadi susah digenggam dan dioperasikan dengan satu tangan. Sayangnya, meski mengusung teknologi IPS, layar E3 maksimal cuma bisa memainkan video HD 720p, bukan 1080p.

ari segi jeroan, E3 tidak terlalu mengecewakan karena ditenagai prosesor MediaTek quadcore 1,2 GHz, RAM 2 GB dan penyimpanan internal 16 GB. Untuk sistem operasinya, E3 agak ketinggalan karena masih memakai Android JellyBean, tetapi dijanjikan akan bisa diperbarui ke Android KitKat.

Ponsel ini bakal bertarung di kelas menengah karena dilepas dengan harga Rp3,9 juta. Di kisaran harga yang sama, Sony punya Xperia M2, HTC punya HTC One Mini, Samsung memiliki Galaxy S4 Mini dan sesama pabrikan Taiwan, ASUS, baru saja melansir Zenfone 6.



Masalah harga ini turut menjadi salah satu pertimbangan Acer dalam membuat sebuah produk. “Kami punya tiga kunci untuk produk kami. Yang pertama adalah performance yang diharapkan pengguna, desain dan terakhir adalah harga,” demikian ujar Jason Chen sang CEO. 


Liquid Z4

Selain melepas E3, Acer juga merilis ponsel Android kelas pemula, Z4. Ponsel ini punya layar 4 inci, kamera beresolusi 5 MP dan dimotori prosesor dual core 1,3 GHz. Untuk OS-nya, Z4 juga memakai Android JellyBean yang bisa di-upgrade ke KitKat. Ponsel ini direncanakan hadir di pasar dengan harga sangat terjangkau, Rp999 ribu. 

s

Ayah Korban Sodomi Diancam Pakai Nama Menteri Jangan Serang JIS


MERDEKA.COM. T, ibu korban sodomi di Jakarta International School (JIS) menyatakan suaminya berinisial Mt mendapat ancaman yang mengatasnamakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar. Ancaman melalui pesan singkat itu berisi agar keluarga korban jangan menjelek-jelekkan JIS.

"Ancaman yang diterima suaminya suami saya (Mt) mengatasnamakan Ibu Menteri (Linda Gumelar), isi ancamannya jangan menjelek-jelekkan JIS," ujar T (40), ibunda M di kantor OC Kaligis, Plaza Majapahit, Jakarta, Kamis (17/4).

Menurut T, pihaknya tidak pernah menjelek-jelekkan sekolah internasional tersebut melalui media massa. Sebab, dirinya selama ini hanya mengungkapkan fakta. "Saya nggak pernah menjelek-jelekan, saya mengutarakan fakta," tegasnya.

T menyayangkan, atas peristiwa tersebut sekolah hanya mengungkapkan keprihatinan saja. Selain itu, JIS malah menutupi kasus sodomi yang dilakukan oleh cleaning servicenya. "Di depan saja ngajak kerja sama, di belakang tidak," tegas T kesal.

Pengacara keluarga korban mengatakan kliennya sering kali mendapat ancaman dari berbagai pihak setelah kasus ini terungkap. "Pak Mt dapat ancaman beberapa pihak. Kalau mereka menutup, pasti ada yang ditutup-tutupi," kata Kaligis.

Polri Sebut Tak Ada Suap di Dirlantas Polda Metro Jaya



MERDEKA.COM. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) membantah ada dugaan suap Rp 350 juta di lingkungan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan petugas Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Paminal Divpropam) tidak ditemukan unsur pidana.

"Pada saat melakukan penggeledahan dan interograsi yang bersangkutan tidak menemukan adaanya indikasi atau bukti-bukti tentang perbuatan pidana. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa kita tindak lanjuti," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, (17/4).

Lebih lanjut, terkait dengan tidak ditemukannya bukti tindak pidana suap, tidak ditemukan unsur pidana suap atau pun pungli.

"Tidak menemukan bukti-bukti yang bisa kita tindak lanjuti dengan proses penyidikan karena kalau kita melakukan proses penindakan berarti ada pidana, ada bukti-bukti yang bisa kita tindak lanjuti. Minimal bukti permulaannya yang cukup, tapi itu tidak ada," tutur dia.

Seperti diketahui, Indonesia Police Watch (IPW) meminta pimpinan Polri menjelaskan pemeriksaan Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nurhadi Yuwono. Pemeriksaan itu dilakukan petugas Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Paminal Divpropam).

Presidium Neta S Pane mengatakan pihaknya menerima informasi tim gabungan Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdiri dari tujuh orang itu menjalankan operasi tangkap tangan di lingkungan Ditlantas Polda Metro Jaya sejak dua pekan lalu.

Neta mengungkapkan tim gabungan itu menangkap seorang pengusaha biro jasa yang hendak memberikan uang suap kepada polisi perwira menengah melalui seorang polisi wanita pada Senin (14/4).

"(Senin) sore itu juga, keduanya langsung diperiksa petugas Paminal," ujar Neta.

Neta juga mendapatkan informasi petugas gabungan menyita satu tas berisi dokumen dan uang tunai Rp 350 juta dan mengamankan dua orang, serta memeriksa sembilan orang.

Neta berharap Polri dan KPK transparan membuka dugaan operasi tangkap tangan tersebut karena muncul informasi Dirlantas Polda Metro Jaya menjadi salah satu polisi yang diperiksa Paminal.

Neta menduga operasi tangkap tangan sebagai upaya Polri memberantas suap dan pungutan liar dan praktik percaloan di jajaran Ditlantas.

IPW juga menilai KPK mengambil alih penyelidikan dugaan kasus suap tersebut guna mengetahui aliran dana yang telah mengalir.

Sementara itu, Komisaris Besar Polisi Nurhadi membantah terlibat kasus suap dan tidak menjalani pemeriksaan petugas Paminal Divpropam Polri.

"Kemarin ada pemeriksaan terhadap orang yang menanamakan dirinya biro jasa," ujar Nurhadi.

Mulai 2018, Tak Ada Lagi Subsidi Listrik buat Orang Kaya

Mulai 2018, tak ada lagi subsidi listrik buat orang kaya

MERDEKA.COM. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merancang peta jalan (roadmap) penghapusan subsidi listrik bagi pelanggan mampu.

Targetnya, pada 2018 semua golongan yang dikategorikan tak berhak, akan dicabut subsidinya. Untuk warga miskin, akan dipikirkan mekanisme lain supaya tarif listrik tidak membebani. Tapi prinsipnya masih ada bantuan talangan selisih harga dari pemerintah.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman mengaku, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Ke depan biaya menanggung subsidi pelanggan tak mampu diambil dari pelanggan besar. Itu sudah mulai dijalankan tahun ini kepada empat golongan pelanggan.

"Jadi nanti kita harapkan 2020 sudah mendekati 100 persen tanpa subsidi. Untuk yang masih membutuhkan, (dananya) akan diambil dari alokasi subsidi golongan yang sesuai undang-undang tidak berhak," ujarnya selepas diskusi Coffee Morning di kantornya, Jakarta, Kamis (17/4).

Definisi golongan tidak mampu itu, untuk sementara cuma pelanggan yang memasang daya 450-900 volt ampere (VA). Bukan tidak mungkin, bisa dilakukan penyesuaian harga pada dua pelanggan kecil ini, tapi harus atas izin DPR.

"Kita akan bicara dengan DPR. Masyarakat tidak mampu, nanti berapa yang bisa disubsidi," kata Jarman.

Akan tetapi, mengingat masa kerja DPR periode 2009-2014 tinggal hitungan bulan, roadmap mengubah skema subsidi tarif listrik ini kemungkinan baru dibahas bersama anggota legislatif baru. Jarman menolak berkomentar, apakah pihaknya optimis DPR yang terpilih tahun ini bersedia mencabut skema subsidi listrik besar-besaran.

"Intinya Roadmap harus dibicarakan dengan DPR yang baru. Semuanya kan harus dilaporkan ke DPR, baru pemerintah menetapkan," tandasnya.

Kementerian ESDM berharap dihapuskannya subsidi golongan mampu secara bertahap, sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Pada 2013, tingkat pertumbuhan pemasangan listrik sebesar 8,5 persen, alias naik 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Dana yang biasanya dipakai menyubsidi pelanggan besar dan industri, bakal dialihkan ke PLN untuk membangun jaringan.

"Karena elektrifikasi membutuhkan dana besar, maka alokasi subsidi untuk golongan mampu akan digunakan untuk ini," kata Jarman.

Dari hitungan Ditjen Ketenagalistrikan, kebutuhan listrik setiap tahun selalu naik 5.300 Mega Watt (MW). Jika skema subsidi tak diubah, dikhawatirkan pada 2018, pasokan elektrifikasi tak bisa memenuhi permintaan di lapangan.

Jarman mengatakan, perkiraannya 20 persen permintaan listrik bisa tidak terpenuhi, atau setara 1.200 MW. Skenario buruk itu bila terjadi, bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ditarget pemerintah rata-rata 6 persen saban tahun.

"Kalau tidak ditangani, pertumbuhan 6 persen perlu ditinjau ulang," ungkapnya.