بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Tuesday, October 29, 2013

10 Misteri yang Belum Dapat Diungkapkan Ilmu Pengetahuan

10. The Continental Drift


Teori Continental Drift (Pergerakan Lempeng Bumi) pertama kali diusulkan pada 1500 dan menyatakan bahwa Benua terlihat bergerak terhadap satu sama lain di seberang lautan. Belakangan teori ini disempurnakan menjadi teori Lempeng Tektonik yang menyatakan bahwa ada lempeng tektonik di dasar laut yang perlahan-lahan bergerak memisahkan benua dan menciptakan Samudra selama periode waktu jutaan tahun. Namun reaksi apakah yang menyebabkan lempeng tektonik ini? ada juga akhli geologi yang menyatakan bahwa benua-benua mungkin benar-benar telah dipisahkan jauh lebih cepat daripada banyak jutaan tahun, dengan peristiwa bencana seperti banjir. Para ilmuan menyatakan bahwa jika teori ini lempeng bumi sebenarnya bisa dipecahkan, maka kita akan tahu berapa lama lagi kita tinggal di bumi tercinta kita ini.


9. Punahnya Mega Fauna

Ada banyak hewan megafauna pada zaman dahulu yang telah dibuktikan oleh adanya fosil dari kalsium yang tidak hilang ditelan bumi. Kenapa mereka punah? Dua jawaban utama telah dinyatakan oleh ilmuan sebagai penyebabnya, yaitu selama berburu oleh manusia dan perubahan iklim, tidak ada cukup bukti untuk penjelasan lain. Adapun penjelasan lebih berburu, banyak ilmuwan mengatakan bahwa bahkan jika itu benar, mungkin ada bukti arkeologi sangat sedikit untuk itu. Misteri masih tetap belum terpecahkan, dan mungkin tidak akan pernah meyakinkan dipahami. Maka dari itu, munculah konspirasi-konspirasi aneh yang dinyatakan oleh yang bukan pakar ilmuan seperti adanya komet yang menghancurkan semua megafauna, atau alien menyelamatkan ekologi ini ketempat dimana seharusnya mereka berada.



8. Mpemba Effect

Tahukan kamu bahwa air yang mendidih lebih cepat membeku daripada air dingin? Fenomena ini telah ada sejak zaman Yunani kuno, meskipun itu tampaknya bertentangan dengan Hukum Termodinamika. Pada tahun 1969 seorang ilmuwan bernama Mpemba melakukan percobaan yang membuktikan bahwa efek ini nyata. Banyak teori yang diusulkan sebagai alasan untuk fenomena ini, tetapi tidak ada telah satupun yang disepakati oleh para ilmuwan. Mungkin suatu hari para ilmuwan akan tahu alasan mengapa hal ini terjadi setelah mempelajarinya lebih lanjut.



7. Kecepatan Cahaya

Saat ini, studi tentang kecepatan cahaya belum sepenuhnya terbukti, karena bukti ini sebenarnya mungkin tidak akurat. Ilmuan telah mengamati bahwa jika teori Big Bang benar, alam semesta berkembang dengan cara yang lebih cepat dari kecepatan cahaya ketika kosmos berada dalam tahap awal. Beberapa ilmuwan melakukan percobaan serius bahkan telah berhasil mengetahui berapa kecepatan cahaya dengan satuan waktu (kalo kamu mengetik 'speed of light' di google search engine, akan muncul angka : 299 792 458 m / s). Walapupun demikian, tidak ada teknologi yang bisa membuat benda padat bergerak setara dengan kecepatan cahaya, Jika misteri ini terpecahkan, maka mungkin manusia akan mampu mengeksplorasi jagat raya ini.



6. Kematian

Orang-orang telah melaporkan pengalaman aneh ketika mereka dekat dengan kematian, dan kadang-kadang pada waktu lain juga, di mana mereka merasa bahwa sadar telah meninggalkan tubuh mereka, meskipun tubuh mereka masih hidup. Satu kelompok peneliti berusaha untuk menguji kebenarannya. Percobaan yang mereka lakukan membuat mereka percaya bahwa kemampuan orang untuk mengalami hal-hal di dalam tubuh mereka sangat bergantung pada di mana mereka percaya tubuh mereka secara visual. Peneliti lain telah berusaha untuk memahami pengalaman dekat kematian, mereka belajar di rumah sakit selama beberapa tahun dengan menggunakan berbagai kontrol. Mereka percaya eksperimennya akan dapat membuktikan apakah orang mengalami ilusi, atau apakah kesadaran mereka benar-benar meninggalkan tubuh . Sementara semua ini belum terbukti secara pasti. Kalau teori kematian ini terpecahkan, mungkin akan menggoyahkan keimanan kita pada Tuhan yang maha kuasa.



5. Burung Yang Jatuh Dari Langit

Di Arkansas - Amerika Serikat pada sekitar setahun yang lalu (2012), sekelompok burung berwarna hitam jatuh dari langit. Pada saat kembang api yang disalahkan, meskipun teori ini tidak diuji dengan sangat baik oleh para ilmuan, ini terjadi lagi tidak lama setelah itu, dan kali ini ilmuan tidak cukup yakin untuk menyalahkan kembang api. Untuk membuat keadaan menjadi lebih aneh lagi, dinegara yang sama, sekitar waktu yang sama, ribuan ikan misterius muncul mati. Walaupun berbagai penjelasan telah diberikan, sulit untuk menjelaskan mengapa ribuan burung akan jatuh dari langit, dan ribuan ikan tiba-tiba mati di daerah yang sama sekitar waktu yang sama. Itu hanya bisa menjadi kebetulan, tapi pasti salah satu yang sangat aneh.



4. Nyanyian Ruang Angkasa

Disaat para Ilmuan sedang berusaha untuk mempelajari bintang-bintang awal, tetapi pada tahun 2006 mereka dihadapkan dengan suara misterius yang sangat menghambat penelitian mereka. Para ilmuwan yang tersisa bingung oleh apa yang menyebabkan ini. Karena suara tidak dapat melakukan perjalanan melalui ruang, mereka percaya itu suara dari gelombang radio, namun mereka bingung darimana gelombang radio berasal. Setelah itu mereka telah berhasil mengetahui bahwa tidak ada gelombang radio bahwa mereka saat perjalanan tersebut, akhirnya pertanyaan mereka adalah, SUARA APAKAH ITU????.



3. Ilusi Bulan

Ilusi Bulan telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Ilusi Bulan adalah ilusi yang menampakan bulan muncul jauh lebih besar dan lebih rendah dari langit. Dimasa lalu orang telah membaut teori seperti efek atmosfer, atau sesuatu yang bersifat fisik, tetapi semua teori ini telah terbantahkan. Ada juga yang menghubungkan ilusi ini dengan teori ukuran relatif (jarak nyata sebagai penjelasan untuk ilusi ini), namun ini masih membingungkan ilmuwan. Sejauh ini tidak ada satupun yang bahkan dengan ilmu pengetahuan modern, mampu menjelaskan fenomena misterius ini.



2. Cahaya, Apakah Gelombang ataukah Partikel ?

Orang banyak bertanya untuk waktu yang lama, apakah cahaya adalah gelombang ataukah partikel. Namun, setelah ilmuwan mempelajari banyak hal tersebut tampaknya kesimpulan dari pertanyaan ini jauh lebih kompleks. Para ilmuwan melakukan penelitian yang tampaknya menunjukkan bahwa foton (Radiasi Elektromagnetik) dapat bertindak sebagai gelombang dan partikel pada saat yang sama, karena pertama, cahaya memiliki kecepatan, dan kedua, cahaya mempunyai volume. Namun, mereka juga telah menemukan penelitian yang menunjukkan bahwa foton akan memilih untuk menjadi gelombang atau partikel hanya bila dipaksa untuk membuat keputusan dalam kondisi yang terkendali. Sejauh ini para ilmuwan tidak memiliki penjelasan untuk teori ini, dan masih mencoba untuk memahaminya. Beberapa bahkan menyebutnya "Sebuah Misteri Kebenaran Kuantum Mekanik".



1. Asal Mula Kehidupan

Asal usul kehidupan dan penciptaan alam semesta kita telah menjadi subyek perdebatan yang luar biasa dan juga menjadi studi ilmiah. Beberapa ilmuwan menjelaskan penciptaan alam semesta dengan model Big Bang , yang sebagian besar dari kita pelajari di sekolah. Banyak penelitian juga telah dilakukan pada subyek Abiogenesis. Meskipun banyak sekali studi ilmiah tentang asal usul kehidupan, banyak kepercayaan terhadap teori penciptaan yang mengatakan bahwa bahkan jika Big Bang itu telah terbukti, itu tidak berarti bahwa Tuhan semacam itu tidak terlibat. Kepercayaan terori penciptaan menyatakan bahwa Tuhan bisa menciptakan alam semesta dan mengaturnya dalam gerak melalui cara-cara yang dapat diamati oleh ilmu pengetahuan. Akhirnya kita hanya bisa pasrah, alam semesta sangat besar dan luas, dan asal-usul kehidupan tidak pernah dapat sepenuhnya dipahami. 


Inikah Bus PSSI Seharga 1,3 Miliar?

Halo kawan, perkenalkan namaku OH1521, bis yang baru saja dipinang PSSI. Aku terlahir dari keluarga teknokrat asal Jerman, Mercedes Benz, di tahun 1995. Tahun yang sama, ketika aku mulai mencumbui jalan-jalan di Indonesia.

Kawan, aku mempunyai dapur pacu yang letaknya di belakang tubuhku, makanya sering disebut Omni Hinten (OH). Aku menggendong mesin bertipe OM 366LA.II/23 dengan 6 silinder, turbo-charged dan intercooler. Oh iya, gara-gara intercoolerku ini, orang-orang di Indonesia akrab menyebutku KULER. Tubuhku lumayan imut, hanya sepanjang 11.058 mm, dengan wheelbase 6.050 mm. Dahulu, ketika baru terlahir, aku adalah simbol prestise dari pengelola jasa transportasi. Namun kini hal itu telah memudar, orang-orang bisa saja dengan mudah meminangku hanya dengan uang Rp 140 juta sampai Rp 170 juta di tangan.

Kawan, baju yang ku pakai ini baru sekitar setahun ku pakai. Hasil jahitan karoseri Tentrem di Malang. Mereka memberi nama Scorpion King untuk model ini. Bajuku ini hasil kolaborasi almarhum Bapak Kuncoro Cahyana (pemilik PO Harapan Jaya) dan tim desain Tentrem tahun 2010. Terinspirasi dari model Scania Touring yang sedang IN tahun 2009 lalu. Scorpion King yang ku sandang ini termasuk generasi kedua, hasil facelift headlamp di akhir 2012 lalu. Setahun yang lalu, bajuku ini berharga Rp 340 juta. 


Sebelum dipinang PSSI aku dikaryakan sebagai bis patas PO Menggala di Jawa Timur. Sampai sekarangpun aku masih menyandang ‘KTP’ dengan no id N 7547 UG. Sebagai bis patas, tentunya fasilitasku hanya sekedar kursi berkonfigurasi 2-2 dan AC. Kursiku ini dibuat oleh sebuah perusahaan di Malang dengan bandrol Rp 50 juta untuk 43 kursi. Sedang AC ku masih menggunakan AC bekas yang layaknya bermahar Rp 100-an juta. Tidak ada fasilitas lain yang menempel di tubuhku selain itu.

Kawan, setelah dipinang PSSI, aku langsung dibawa ke tukang sticker untuk membungkus tubuhku. Desain yang disetujui adalah grafis garuda merah menyala. Di kaca mereka menempelkan sticker jenis ‘one way’ agar orang yang di luar tidak dapat melihat tapi penumpang di dalam leluasa melihat ke luar. sedang bagian yang lain mereka melapisiku dengan sticker vinnyl. Dari nguping pembicaraan orang yang memasang sticker, mereka menyebut angka Rp 10 juta untuk membungkusku. 


Kawan, akhir-akhir ini aku malu untuk bersosialisasi dengan sesama bis. Aku hanya diam dan merunduk bila bertemu mereka. Pangkal musababnya adalah ketika PSSI dengan gagahnya merilis harga Rp 1,3 milyar untuk meminangku. PADAHAL ITU BOHONG BELAKA! Cobalah kawan sejenak menghitung angka-angka yang kutuliskan di atas, pasti maksimal hanya didapat harga Rp 670 juta. Dalam hitunganku, dengan Rp 1,3 milyar, harusnya PSSI mampu memboyong bis dengan chassis, body dan kelengkapan yang semua baru. Sebutlah Hino RK8, Mercedes Benz OH1626 (air suspension), maupun Golden Dragon XML6127D52. PSSI telah menyudutkanku pada sesuatu di luar kuasaku. Kawan, tolonglah aku untuk mengenyahkan ketidak-nyamanan ini. Aku telah siap apabila suatu saat kejaksaan memboyongku sebagai barang bukti. Setidaknya itu lebih melegakanku.

Diet OCD cocok untuk siapa?


Diet ala selebritis Deddy Corbuzier atau dikenal dengan istilah Obsessive Corbuzier's Diet (OCD) dinilai hanya cocok untuk orang dengan tubuh berbentuk apel (Apple Shape). Menurut ahli gizi Handinsyah (53), guru besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB, diet OCD yang mengatur jendela makan selama empat jam per hari hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu.

"Diet OCD tidak mementingkan sarapan, padahal ada banyak sekali kajian perlunya sarapan. Dalam masa puasa Ramadan pun tetap ada sarapan pada dini hari. Deddy memang tidak mengajak orang lain mengikuti diet OCD yang hanya cocok untuk orang dengan bentuk tubuh apel seperti dirinya.Tapi sarapan tetap penting," kata Profesor Hardinsyah dalam obrolan dengan Beritagar di Jakarta pekan lalu.

Monday, October 28, 2013

Video Seks Siswa SMPN 4, Pemeran Perempuan Tertawa-tawa


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Kepolisian Reserse Kriminal Jakarta Pusat terus menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa AE (16) siswi kelas 9, dengan FP (15) siswa kelas 8 di lantai dasar ruangan kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Jakarta, Sawahbesar, Jakarta Pusat, Jumat (13/9) lalu.

Berdasarkan keterangan saksi, video tersebut direkam di lima tempat di SMPN 4. "Itu kejadian terjadi di lima tempat di dalam sekolah," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Tatan Dirsan Atmaja saat dihubungi wartawan di Sawahbesar, Rabu (23/10) malam.

Tatan menjelaskan, pihaknya terus memeriksa 10 saksi. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka. Pasalnya, polisi melihat mereka masih di bawah umur. Karena itu, penyelidikan masih terus dilakukan.

"Belum ada tersangka, baik yang merekam, mengetahui (menonton-red), serta kedua pelaku yang melakukan adegan video itu," kata Tatan.

Kemudian, dia menambahkan kedua pelaku adegan video mesum itu sudah tidak berada diJakarta. Hal ini dikarenakan kedua pelaku adegan tersebut masih menenangkan diri. "Yang melakukan adegan tidak ada di Jakarta," tuntasnya.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak SMPN 4 Jakarta, para wartawan tidak diizinkan menemui Kepala SMPN 4, Achmad Jazuli oleh pihak keamanan sekolah. Menurut pihak keamanan, Kepala SMPN 4 sudah memberikan pernyataan hari Jumat (18/10).

"Kepala Sekolah tidak bisa memberikan konfirmasi dan memberikan statement apa pun. Kami menyerahkan semuanya kepada pihak ke kepolisian. Saat ini sering pihak polisi sedang terus memeriksa di sekolah," kata salah satu petugas keamanan SMPN 4 Jakarta yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pantauan wartawan, dari luar sekolah, terlihat kondisi belajar mengajar di SMPN 4 masih berjalan lancar. Ketika pulang sekolah, puluhan orang tua tampak menjemput anaknya. Mereka terlihat khawatir dengan pemberitaan selama ini di media.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pemberitaan di media massa terkait kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan di dalam sekolah meresahkan siswa.

"Yang perlu teman-teman pers pahami, sebagian besar peserta didik di SMP 4 merasakan akibat negatif bahkan jadi tertekan, padahal mereka tidak melakukan tindakan negatif. Saya rasa sudah cukup pemberitaannya, karena sanksi moral sudah dirasakan oleh pelaku," kata Taufik melalui pesan singkatnya.

Taufik menjelaskan bahwa pihak Sekolah sudah menyerahkan pemeriksaan terkait tindakan asusila tersebut kepada pihak kepolisian. "Kalaupun mau diusut adanya dugaan pemaksaan, sedang ditangani polisi," katanya.

Kemudian, Taufik menambahkan bahwa pelaku lelaki di dalam video mesum tersebut sudah pindah dari SMPN 4. Sementara untuk pelaku perempuan tidak pernah datang ke sekolah.

"Yang perempuan sudah tidak datang karena malu, bahkan orangtuanya ikut terpukul. Untuk pengawasan pihak sekolah besama orangtua terus dilakukan. Karena bukan hanya jangan sampe terjadi di sekolah, juga jangan sampe terjadi di rumah atau dimanapun," jelasnya.

Suka Sama Suka

Kasus ini terkuak setelah orangtua AE melaporkan ke polisi bahwa anaknya telah diperkosa dan dipaksa beradegan seks dengan FP serta direkam oleh adik kelasnya. Namun, dari hasil keterangan saksi, peristiwa itu bukan pemerkosaan.

"Dari rekaman video yang kita sita tidak terlihat adanya paksaan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan. Dia menambahkan dari video berdurasi empat menit itu, terlihat AE justru menikmati adegan itu. "Si wanita tertawa-tawa saat beradegan dan tidak malu. Justru si pria yang malu," katanya.

Sebelumnya, tindakan yang diduga pemerkosaan terhadap AE siswa kelas sembilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) IV Sawah Besar, Jakarta Pusat, dilakukan di dalam kelas.

Setelah melakukan aksi tidak bermoralnya di ruang kelas, para pelaku yang merupakan teman korban meninggalkan korban dengan kondisi rambut dan seragam sekolah acak-acakan.

Orangtua korban yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (16/10). Hal tersebut dibenarkan oleh nenek korban bernama Dewi yang tinggal serumah dengan korban.

"Kami sudah mengutus pengacara dan semua sudah diserahkan ke pengacara. Sudah lapor polisi tetapi belum ditindaklanjuti," jelas Dewi di rumahnya di Kemayoran Gempol RT 01/ RW 07 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Menyangkal Pengakuan Adiguna Sutowo, Polisi: "Pelakunya F, Bukan Laki-laki"


ADIGUNA Sutowo mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mantan pembalap yang kini dikenal sebagai pengusaha itu mengaku sebagai pelaku pengerusakan yang terjadi di rumahnya di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (26/10) dini hari lalu.

"Saya yang tubruk pakai mobil saya, saya yang tubruk rumah saya. Siapa yang dirugikan," ucapnya berapi-api, saat jumpa wartawan di Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10) siang.

Tapi pengakuan tersebut nampaknya tak akan mengubah proses hukum yang tengah berjalan. Polisi tetap berkeyakinan bahwa pelaku pengerusakan adalah wanita bernama Floren, seperti yang dilaporkan Vika Dewayanti, istri kedua Adiguna, yang tinggal di rumah tersebut.

"Sudah jelas pelaku pengerusakan inisialnya F, barang bukti ada dan saksinya ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di kantornya, Senin (28/10) sore.

Floren bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini. Penetapan tersebut, kata Rikwanto, dilakukan setelah mendengarkan keterangan saksi dan melihat barang bukti.

"Berdasarkan keterangan korban (Vika) dan saksi-saksi, pelakunya F, bukan laki-laki," tegasnya.

Floren dikenai pasal 406 KUHP tentang perusakan. Sejauh ini, polisi masih mencari keberadaan Floren.

Kalau benar pelakunya F, apa alasan Adiguna sampai rela "pasang badan" untuk kasus ini? Polisi masih menelusuri segala kemungkinan yang ada. (ari/gur)

FPI Akan Demo Jokowi Soal Lurah Susan

FPI Akan Demo Jokowi Soal Lurah Susan

TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) akan mendatangi Balai Kota pekan ini. Mereka akan mendemo Gubernur DKI Jakarta soal penempatan Lurah Susan Jasmine Zulkifli di Lenteng Agung.

"Sedang dibahas malam ini bagaimana-bagaimananya (mekanisme, jumlah pendemo), tapi pekan ini kami akan ke Balai Kota mendemo Susan dan Ahok (Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Jakarta Novel Ba'mumin saat dihubungi, Ahad, 27 Oktober 2013. Mereka berharap Jokowi bisa segera memutuskan solusi atas hal tersebut.

Ia menyatakan kedatangan FPI ke Balai Kota mewakili aspirasi masyarakat Lenteng Agung. Lewat forum warga, sejumlah orang menolak kepemimpinan Susan karena dianggap tak merepresentasikan wajah Lenteng Agung yang religius.

"Susah bila seorang wanita, non muslim pula untuk dekat dengan masyarakat di sini yang rajin bikin acara pengajian, atau silaturahmi di masjid," ujar perwakilan warga, Mochamad Rusli.

Ia mengatakan sebaiknya Susan ditempatkan di wilayah yang lebih heterogen. "Jangan di Lenteng Agung, kami akan terus tolak," ujarnya.

Warga dua kali melakukan aksi demo terhadap Susan dengan mengakomodasi sekitar 200 massa. Mereka menutup Jalan Agung Raya, dan berdemo di depan kantor kelurahan. Aksi tersebut tak mendapat tanggapan dari Susan.

"Kalau soal itu, saya anggap sudah selesai," ujar Susan. Lurah berambut pendek ini mengatakan akan lebih berkonsentrasi kerja ketimbang menghiraukan aksi penolakan terhadapnya. "Kalau soal itu, nanti di atas-atas saya (Camat hingga Gubernur) yang memutuskan, saya mau kerja saja," ujarnya.

Jika Prabowo Presiden, Siapa Ibu Negaranya?

Jika Prabowo Presiden, Siapa Ibu Negaranya?  

TEMPO.CO, Jakarta - Prabowo Subianto punya elektabilitas cukup tinggi sebagai capres 2014 dalam sigi yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Jika saja mantan Komandan Jenderal Kopassus ini berhasil menjadi presiden, siapa kelak yang akan menjadi ibu negara?

Hingga saat ini Prabowo masih menyandang status duda. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini bercerai dengan Siti Hediati Hariyadi, putri Soeharto, tak lama setelah penguasa Orde Baru itu jatuh dari kursi presiden pada Mei 1998. (Baca berita-berita lain tentang Prabowo)

Dalam laporan utama majalah Tempo edisi 28 Oktober 2013, Prabowo menjawab soal calon pendampingnya. "Tunggu saja tanggal mainnya. Saya tidak mungkin menyebut nama," kata Prabowo.

Meski enggan mengungkap siapa perempuan yang ditaksirnya, Prabowo menyiratkan dirinya masih terus melakukan pendekatan. "Cinta itu melibatkan dua pihak. Kalau saya sebutkan nama ternyata dia tidak merasa cinta, bagaimana?" kata Prabowo, lalu tertawa.

Nama Prabowo kerap muncul sebagai salah satu capres 2014 dengan elaktibilitas yang cukup tinggi. Dari sejumlah survei, seperti Soegeng Sarjadi School of Government, CSIS, dan Alvara Research Center, elektabilitas Prabowo hanya kalah oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sementara jika dihadapkan dengan nama-nama lawas, seperti Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, nama Prabowo selalu lebih unggul.

Nge-Like di Facebook Bisa Masuk Penjara


Fitur “Like” mulai diperkenalkan oleh facebook sejak Februari 2009, yang memungkinkan pengguna facebook untuk menunjukkan dukungan (supporting) atau kesamaan pemikiran/ide mereka terhadap suatu komentar, gambar/foto, postingan wall, status, atau fan page tertentu. Jadi, pengguna facebook bisa menyampaikan apresiasi tanpa harus menulis komentar.

Setelah pengguna memberikan "Like", news feed pengguna secara otomatis akan ter-up date setiap ada komentar atau “Like” dari pengguna lain. Facebook juga memungkinkan situs web untuk menambahkan fitur/tombol "Like" langsung ke situs mereka. Jika pengguna meng-click fitur/tombol "Like" pada halaman web, news feed mereka akan diperbarui dengan link ke halaman web. 

Status yang berisikan konten penghinaan tentu melanggar Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) khususnya Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi:


Pasal 27 ayat (3)

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Ancaman hukuman dari pasal tersebut adalah pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (Pasal 45 ayat [1] UU ITE). 

Untuk membahas masalah ini, bisa digunakan pendekatan teori penggolongan tindak pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”). Menurut Pasal 55 KUHP,terdapat empat golongan yang dapat dipidanakan, yakni:

1. Pelaku (pleger)
2. Menyuruh melakukan (doenpleger)
3. Turut serta (medepleger)
4. Penganjur (uitlokker).

Dengan penggolongan pelaku pidana di atas, pengguna facebook yang memberikan “Like” pada sebuah status tentu tidak dapat disebut sebagai “pelaku” (pleger) karena pelaku sesungguhnya adalah pengguna facebook yang menuliskan status yang bermuatan penghinaan.

Pemberi “Like” juga bukan termasuk orang yang “menyuruh melakukan” (doenpleger), karena “Like” diberikan setelah perbuatan pidana (penyebaran konten penghinaan) terjadi (di posting oleh pelaku), artinya ada atau tidak adanya “Like”, tindak pidana tersebut tetap terjadi.

Pemberi “Like” juga tidak dapat dikategorikan “turut serta” (medepleger), karena posting konten penghinaan dilakukan secara personal oleh pemilik akun facebook (tidak bersama-sama pemberi “Like”).

Terakhir, pemberi “Like” juga tidak memenuhi unsur sebagai “penganjur” (uitlokker), karena “Like” bukan sebuah anjuran/saran untuk melakukan perbuatan pidana, “Like” hanya bersifat apresiasi/dukungan setelah perbuatan (penyebaran konten penghinaan) terjadi.

Dari analisis ini, pemberi “Like” atas sebuah konten penghinaan tidak dapat dipidana atas perbuatan memberikan dukungan/apresiasi. 

Jika penghinaan dilakukan secara langsung, kita secara pribadi dapat melaporkannya ke Penyidik POLRI atau Penyidik UU ITE Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

Namun, jika penghinaan dalam wall Anda ditujukan terhadap pribadi orang lain, maka Anda dapat menyampaikan hal tersebut kepada orang yang dihina. 

Jika orang yang dihina keberatan dengan konten tersebut, maka orang yang merasa dihinalah yang dapat melaporkan penghinaan tersebut ke Penyidik POLRI maupun Penyidik UU ITE Kementerian Kominfo. 

Karena, sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008, tindak pidana Pasal 27 ayat (3) UU ITE merupakan delik aduan atau delik yang hanya bisa dituntut, jika adanya pengaduan dari pribadi yang merasa dirugikan.

Dasar hukum:



Putusan:
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-VI/2008


Sumber:

Pengamen Topeng Moyet Jadi Tukang Servis Payung


TEMPO.CO , Jakarta--Berjalan kaki, Tardi, 40 tahun, menyusuri pemukiman warga di daerah Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk mencari pelanggan yang ingin memperbaiki payung. Pria bertubuh kurus ini sebelumnya menjadi pengamen topeng monyet.

Karena sang pemilik monyet takut terjaring razia topeng moyet yang sedang gencar dilakukan Pemerintah DKI sejak pekan ini, Tardi terpaksa mencoba menjadi tukang servis payung. "Bos enggak bolehin monyet keluar, tapi kan saya butuh makan. Jadi nyoba nyervis payung," kata Tardi saat ditemui di daerah Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 25 Oktober 2013.

Tardi mulai berkeliling menjadi tukang servis payung sejak Rabu, 22 Oktober 2013. Namun, hanya keringat dan rasa lelah yang ia dapatkan. "Dua hari begini tapi enggak dapet duit, karena enggak ada yang nyervis," ujarnya.

Dibandingan dengan menjadi pengamen topeng moyet sebelumnya, dalam sehari Tardi memperoleh penghasilan sekitar Rp 20-25 ribu. "Beda, kalau topeng monyet pasti dapet duit, ya minimal buat makan mah ada. Nah ini, seribu perak juga enggak," ujar pria yang mengaku menjadi topeng monyet sejak kecil.

Tardi berharap pemerintah DKI dapat memberikan pekerjaan baginya yang tidak sampai lulus Sekolah Dasar. "Saya minta sama bapak Jokowi kalau memang topeng monyet dilarang, kami minta dikasih kerjaan dulu. Kalau begini mau makan saja susah, duit enggak ada," kata Tardi.

Tardi merupakan salah satu pengamen topeng monyet yang setiap harinya menyewa topeng monyet dari pemilik topeng monyet bernama Sarinah, 37 tahun, yang tinggak di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Pada Selasa malam, 21 Oktober 2013, Sarinah yang memiliki enam ekor monyet memilih tidak mengeluarkan monyetnya karena takut terjaring razia.

Di dalam kandang yang terbuat dari kayu berukuran 130 sentimeter persegi, keenam monyet milik Sarinah itu di simpan. Kandang itu diletakan di tepi Kali Saluran Penghubung Kanal Banjir Timur.

Sarinah mengaku membeli enam ekor ini dengan harga Rp 2-3 juta per ekor. "Saya beli monyetnya udah pinter enggak pake dilatih lagi, hanya dirawat saja dikasih makan kasih vitamin," ujarnya.

Enam monyet itu diberi nama Rojali, Jambul1, Jambul2, Eti, Ucil, Iwan. Setiap harinya monyet-monyet itu berkeliling dengan anak buah Sarinah untuk mengamen atau melakukan pertunjukan. "Saya enggak tahu jenisnya apa itu monyet-monyet, pokoknya dia udah pinter dan bisa cari duit," kata Sarinah. "Tapi sekarang enggak bisa cari duit karena dilarang sama pemerintah, jadi saya bingung dengan nasib saya dan anak buah saya."

Membaik, Beery Saint Loco Akan Jalani Operasi Plastik?

Membaik, Beery Saint Loco Akan Jalani Operasi Plastik?

KAPANLAGI.COM - Memasuki hari kedua pasca penyiraman air kimia, kondisi Beery Manoch semakin membaik. Johan Tirta, vokalis Saint Locomengatakan kalau pihaknya sudah melakukan konsultasi untuk melakukan operasi plastik.

"Hari kedua di jakarta lebih kondusif, mata sudah bisa dibuka, bengkak sudah mulai menurun dan tadi sudah konsultasi dengan dokter spesial kulit untuk Plastic Surgery (operasi plastik)," ujar Johan di Rumah Sakit Graha Kedoya, Jakarta Barat, Senin (28/10).

Selama dirawat di rumah sakit, Beery pun sudah dua kali mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter yang merawat di sana. "Yah ngasih penanganan juga so far sudah dua kali penanganan," lanjut lelaki yang akrab di sapa Joe itu.

Luka yang berada di wajah Beery juga dikatakan Joe juga sudah mengering. "Pokoknya Beery keadaannya sudah lebih kondusif, sudah lebih nyantai, cuma memang luka masih merah cuma dibanding kemarin waktu aku kasih salep, sekarang lukanya sudah kering," pungkasnya. (kpl/aal/sjw)