بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog: Caleg Stres Susah Disembuhkan
Go Green

Clock Link

Tuesday, April 1, 2014

Caleg Stres Susah Disembuhkan


MERDEKA.COM. Jangan remehkan efek psikologis akibat kegagalan dalam kontestasi politik. Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof HB Saanin, Gadut, Padang Kurniawan S, mengatakan stres yang dialami calon legislatif (caleg) setelah mengalami kegagalan dalam pemilihan umum (Pemilu) bukanlah sebuah lelucon.

"Sikap yang menganggap lucu stresnya para caleg (yang gagal dalam pemilu) itu karena masih banyak yang tidak mengetahui jika permasalahan jiwa bukan permasalahan kecil," katanya di Padang, seperti dikutip Antara, kemarin.

Kurniawan mengatakan jangan berfokus kepada status orang tersebut sebagai caleg, melainkan kepada permasalahan stres yang sedang dialaminya. Dia juga menyesalkan dampak dari opini lelucon yang ada di masyarakat tersebut, seakan menghukum para caleg yang gagal.

Kurniawan mengatakan hal ini akan berefek pada keinginan keluarga dari caleg yang mengalami stres tersebut untuk berobat atau merawatnya hanya karena tidak ingin menjadi tertawaan masyarakat.

"Opini itu harus segera diubah. Yang harus diingat adalah mereka (caleg yang stres) adalah seorang yang sedang sakit, dan butuh kesembuhan," katanya.

Kurniawan menyebutkan, permasalahan jiwa itu harus dilakukan penanganan sesegera mungkin untuk menghindari meningkatnya permasalahan gangguan jiwa tersebut menjadi lebih berat.

"Jika telah masuk dalam gejala berat, penyembuhannya pun lebih susah. Untuk itu penyembuhan secepatnya dalam gejala ringan diperlukan," katanya.

Dia juga menjelaskan perbedaan gejala dari gangguan jiwa ringan, dan berat juga harus diketahui sehingga hal-hal yang diperlukan untuk mengobati dan penanganan juga dapat diketahui.

Kurniawan mengatakan untuk gangguan jiwa ringan penderita akan memiliki berbagai gejala. Yaitu sering berada dalam kondisi cemas, ketakutan, susah tidur, terjadi perubahan dalam cara berkomunikasi, cara bekerja tidak seperti biasa, dan sering mengeluh.

Sedangkan untuk gangguan jiwa berat, katanya, memiliki gejala seperti sering marah-marah, membentak, memaki, membuat kerusakan, dan perbuatan cenderung mengakibatkan gangguan kepada orang lain.

"Ini perlu diketahui untuk seluruh masyarakat, bukan hanya untuk keluarga caleg yang gagal saja," katanya.

Ia juga mengimbau agar keluarga yang melihat gejala tersebut segera melakukan pengobatan tanpa merasa gengsi, ataupun malu. Terlebih yang masih berada dalam gejala ringan.

Sedangkan dari pihak rumah sakit, ia mengatakan jika RSJ Prof HB Saanin, Gadut, Padang, akan menerima siapapun pasien yang datang.

"Keluarga tidak perlu khawatir, karena rumah sakit memiliki kewajiban menjaga rahasia pasien. Begitupun dengan para perawat, suster dan lain-lain. Kesembuhan adalah prioritas utama," katanya.

Sedangkan untuk penanganan di rumah sakit, ia mengatakan jika hal tersebut tergantung dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sehingga gejala sesuai dengan penanganannya.

Pada bagian lain, penanganan yang dilakukan bagi para caleg yang stres karena gagal dalam pemilu biasanya berupa rawat jalan.

"Hal tersebut melihat yang terjadi pada Pemilu 2009. Dimana RSJ Prof HB Sanin menerima tiga orang caleg, dan ketiganya hanya dirawat jalan," katanya.

Salah seorang warga, Rudianto (34) mengatakan agar caleg tidak stres maka harus sejak awal dapat menerima kekalahan dalam pemilu dengan ikhlas dan tabah.

No comments:

Post a Comment