بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog: Menaksir Penghasilan Kaesang Sebagai Vlogger
Go Green

Clock Link

Sunday, July 9, 2017

Menaksir Penghasilan Kaesang Sebagai Vlogger


Liputan6.com, Jakarta - Putra ketiga Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, baru-baru ini menarik perhatian publik. Alasannya, salah satu vlog-nya yang berjudul #BapakMintaProyek dilaporkan dilaporkan ke polisi karena dianggap bermuatan ujaran kebencian.

Meski kasus itu akhirnya dihentikan, ada hal menarik yang diutarakan Kaesang dalam video tersebut. Ia sempat meminta proyek ke Presiden Jokowi karena merasa penghasilan dari YouTube dianggap terlalu kecil.

Video itu merupakan bentuk kritik Kaesang, tapi menarik untuk membahas penghasilan sebagai seorang konten kreator di YouTube? Untuk menjawabnya, Tekno Liputan6.com pun mencoba mencari infomasi dari beberapa sumber. 

Sebagai gambaran, video yang berhasil mendapatkan jumlah views 100 ribu, pemilik akun biasanya akan mendapatkan US$ 50-100 atau setara dengan Rp 600 ribuan hingga 1,3 jutaan. Namun nilai pendapatan itu dapat berbeda, tergantung beberapa faktor.

Lantas, berapa penghasilan yang diperoleh Kaesang? Untuk mengetahui perkiraannya, kami mencoba memakai situs perhitungan pendapatan YouTube, yakni Dbase.tube dan Social Blade yang juga menampilkan status pendaftar dan jumlah penonton. 

Berdasarkan perhitungan Social Blade, Kaesang diperkirakan mendapat pemasukan sekitar US$ 720 atau sekitar Rp 9,6 juta hingga US$ 11.500 atau sekitar Rp 154 jutaan tiap bulannya.

Tak jauh berbeda, Dbase juga menaksir pendapatan yang diterima Kaesang dari YouTube sekitar US$ 11.220 atau sekitar Rp 150 juta per bulan. Karenanya, dalam setahun ia diprediksi dapat mengantongi US$ 134 ribuan atau sekitar Rp 1,7 miliar. 

Kendati demikian, perlu diingat, perhitungan ini masih berupa perkiraan karena ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan seorang kreator konten di YouTube.

Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan banyak perusahaan yang menarik iklannya dari YouTube. Hal itu secara tak langsung berimbas pada pendapatan para konten kreator yang disebut-sebut berkurang. (Dam/Cas)

No comments:

Post a Comment