بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog: Kisah Letnan 2 Silalahi
Go Green

Clock Link

Thursday, February 20, 2014

Kisah Letnan 2 Silalahi


TRIBUNNEWS.COM -- PRESIDEN SBY (65) dan Ibu Ani Yudhoyono (62), 10 tahun terakhir, punya dua orang kepercayaan yang bernama belakang Silalahi. Keduanya sama-sama tentara. Pangkat terakhir mereka jenderal purnawirawan.

Yang paling senior bernama lengkap Mayjen TNI (purn) Tiopan Bernhard Silalahi (76). Ia Batak, Samosir. Agamanya protestan.
Yang yunior bernama Letjen (purn) Sudi Silalahi (65). Dia juga Batak, tapi lahir di Pematang Siantar. Sudi Islam.

TB Silalahi, mantan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara di era Soeharto. Dia senior SBY di Akabri (AMN), dan anak buah ayah Ibu Ani, mendiang Sarwo Edhie Wibowo.

TB diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) bidang Pertahanan dan Keamanan. TB juga Sekretaris Dewan Kehormatan di DPP Partai Demokrat.

Sedangkan Sudi, dua periode jadi sekretaris SBY. Menteri Negara Sekretaris Kabinet (2004-2009) dan Menteri Sekretaris Negara (2009-sekarang). Di era Megawati dan Gus Dur, menjadi Sekretaris SBY di saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kabinet Gotong Royong (Oktober 2001-Juli 2004). Sudi memang seangkatan SBY di Akabri 1973.

Saat kunjungan ke Sulsel, keduanya ikut dalam rombongan presiden. Namun, kemarin, Silalahi senior menjadi orang istimewa di Enrekang. "Arisannya" naik dan membuat SBY dan ibu negara ngakak.

Itu terjadi di Dusun Kabere, sekitar 15 km dari Kota Enrekang. TB Silalahi memang memiliki kedekatan dengan masyarakat Enrekang, ia pernah menjadi Wakil Komandan Kompi dengan pangkat Letnan Dua pada operasi Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) untuk menumpas DI/TII Kahar Muzakar, sekitar tahun 1962-1965.

Karena jasanya, bekas markas pasukan TB Silalahi kemudian dijadikan Baruga atau Pendopo dengan nama 'Baruga Pak Letnan'. Di Baruga yang berjarak sekitar 100 meter dari Masjid Darussalam inilah Presiden SBY bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat dan para perwira TNI-AD dari Kodam VII/Wirabuana.

TB juga pandai membuat SBY terhibur. Mendengar ungkapan TB Silalahi, SBY tampak sulit tersenyum, sesekali menggaruk-garuk leher belakangnya atau kepala menunduk sambil mengelus cincin di jari manis tangan kanannya.

Berbeda, Ani Yudhoyono tetap saja senyum-senyum bahkan seringkali tertawa menyaksikan TB Silalahi pidato. Pidato TB memang banyak-banyak diselingi candaan.

Beberapa pejabat dan menteri memuji TB terlihat lebih muda dengan mengenakan baju adat Bugis Makassar. TB pakai songkok pamiring khas Bone.

"Dulu itu ada jam tangan saya, dibeli ibu Ani, harganya Rp 40 juta, merek China, ternyata setelah diperiksa, jam tangan saya palsu. Nah, kalau ibu Ani mau kembalikan sekarang, maka harus jam tangan yang asli, ha ha ha," ungkap TB, membuat SBY dan istri tertawa lebar, begitu pula hadirin terseret tawa.

Dalam samburtanya, presiden menilai apa yang telah dilakukan TB terhadap Enrekang, seperti mendirikan masjid, sekolah, pendopo, dan sejumlah infrastruktur bernilai sejarah.

"Tapi yang penting bapak telah membangun jalinan, ikatan hati, antara TNI dan Rakyat dan itu cikal bakal dari banyak peristiwa di Indonesia tahun 50-60an yang melahirkan doktrin penting, yaitu kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar SBY.

Kemanunggalan TNI dan rakyat ini, lanjut SBY, merupakan kekuatan militer Indonesia. Banyak militer negara maju belajar tentang operasi gerilya dari kita. "Tentara di banyak negara maju dan modern, yang memiliki persenjataan lebih canggih, tapi belajar di Indonesia tentang kemanunggalan TNI dengan rakyat, untuk operasi lawan gerilyawan," kata Presiden SBY.

Menurut SBY, di saat perwira TNI bertugas dan berbuat untuk rakyat serta menolong dan melindungi rakyat, maka rakyat akan mendukung pemerintah dan TNI dalam menjalankan tugasnya. Presiden SBY berharap para perwira TNI mencontoh apa yang dilakukan TB Silalahi.

"Kepada Pak TB Silalahi, atas nama negara dan pemerintah, dan pribadi saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya," ungkapnya.

Presiden SBY setuju dengan usulan TB Silalahi untuk menandatangani prasasti Baruga atau Pendopo dengan nama 'Baruga Pak Letnan' untuk dijadikan salah satu tempat bersejarah di Indonesia. "Kalau tempat ini dijadikan monumen bagus, silakan dipersiapkan dengan baik," tutupnya(ilo/yud/nov/bie/zil)

No comments:

Post a Comment