بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Saturday, May 12, 2012

Goa Jepang di Biak, Papua, Saksi Bisu Sejarah Perang Dunia Kedua.



Pulau Biak adalah salah satu pulau di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Indonesia, mempunyai banyak pantai dengan keindahan atol dan terumbu karang yang indah.






Perjalanan kami di Biak, dapat dilihat di postingan kami sebelumnya http://www.kaskus.us/showthread.php?...#post671734246 , Goa Jepang yang kami kunjungi hanyalah salah satu bagian objek wisata di Biak Papua, nan sangat eksotis keindahan alamnya, baik Pantai-pantainya, maupun peninggalan peninggalan sejarah “Perang Dunia Ke Dua”, terutama pada saat pendudukan Tentara “Dai Nippon”, dan serangan Balik Tentara Sekutu. Situs-situs peninggalan Perang Dunia Ke Dua ini, dapat kita temui di Biak dan tersebar di Kabupaten Biak Numfor, Biak, Papua. 









Awal pendudukan Jepang di Biak pada 1942, pasukan Jepang berhasil mendaratkan tak kurang dari 10.400 orang serdadunya. Pada periode berikutnya, hembusan angin peperangan memang semakin memihak tentara Sekutu yang dibuktikan dengan rentetan kesuksesan mereka memukul pasukan Jepang di beberapa front Pasifik. Namun seperti halnya di tempat lain, tentara Sekutu memang terbilang cukup kerepotan untuk mengalahkan pasukan Dai Nippon di Biak yang terkenal pantang menyerah dan tak takut mati. Sampai pada akhirnya goa pertahanan terakhir Kolonel Kuzume Naoyuki berhasil disulap menjadi neraka oleh pasukan Sekutu, setelah menghujaninya dengan peluru, granat, minyak, dan lebih dari 850 pon TNT. “Ketika kami memasuki goa-goa itu, aroma mayat terpanggang yang menyengat datang menyambut kami; rupanya peluru, granat, gasoline, dan TNT telah melakukan tugasnya dengan baik”, kata salah seorang veteran punggawa Sekutu, Letnan Jenderal Robert L Eichelberger, dalam buku Jungle Road to Tokyo.

Ketika itu Kolonel Kuzume Naoyuki bersama sekira tiga ribu orang serdadu Dai Nippon yang pernah sukses melibas kawasan Pasifik pada periode awal Perang Dunia II, tengah terdesak oleh serangan balik pasukan Sekutu yang semakin menghebat di Biak, Papua. Dalam posisi yang semakin sulit tersebut rombongan Kuzume memutuskan untuk membangun benteng pertahanan terakhir pada sebuah goa yang cukup besar. Namun, pada Rabu 21 Juni 1944 yang nahas itu, Batalyon 1 infanteri 162 Sekutu, berhasil membobol pertahanan serdadu Jepang yang telah sekarat dan hanya tinggal 250 orang saja dengan membakar dan memanggang habis mereka semua yang ada di dalam goa. Tempat itu kemudian dikenal dengan nama “Goa Jepang”.

Kawasan obyek wisata Gua Jepang terdapat Museum yang berisi benda - benda bersejarah, peralatan dan perlengkapan perang tentara Jepang yang konon ditemukan di dalam Gua Jepang dan sekitarnya seperti peneng ( kalung dengan liontin yang terbuat dari logam biasanya berfungsi sebagai tanda pengenal ), helm, granat, pistol, dan masih banyak lagi deh. Situs Gua Jepang saat ini dikelola oleh “Yayasan Binsari”.(diambil dari berbagai sumber, oryza aditama/www.saudaratua.wordpress.com).







Pada bagian atas Gua Jepang ini terdapat lubang yang cukup besar sehingga membuat keadaan di dalam gua menjadi terang benderang oleh sinar matahari, konon ceritanya lubang tersebut akibat serangan udara pesawat Sekutu. Pada 7 Juli 1944, pasukan US di bawah pimpinan Mc Arthur menyerang gua Jepang yang menjadi tempat persembunyian tentara Jepang. Selain menjatuhi bom, pasukan Amerika ini juga menjatuhkan berdrum-drum bahan bakar yang kemudian ditembaki dari udara. Hal tersebut membuat gua dipenuhi dengan api dan terjadi ledakan dahsyat berkali - kali. Saking dahsyatnya konon kabarnya kebakaran tersebut berlangsung sampai berbulan-bulan. 



Untuk mencapai pintu masuk gua, kita harus menapaki anak tangga yang lumayan banyak ..lumayan berkeringat, hati hati licin.... 




Untuk mengenang sejarah tersebut diatas, kurang lebih 1km dari wisata goa Jepang terdapat monumen “Perang Dunia Ke Dua” berlokasi dipinggir pantai Paray, Mokmer, Biak. Tempat ini dibangun langsung dengan dana pemerintah jepang yang bertujuan menghormati jasa – jasa para prajuritnya dimedan perang yang diresmikan pembangunanya pada tanggal 24 Maret 1994 oleh pemerintah Jepang dan Indonesia. Arsitektur monumen yang dirancang oleh Hiroshi Ogawa menampilkan bentuk yang unik. Sebuah kubah menyerupai cangkang membentang memayungi tiga set meja lengkap dengan kursi. Di depan ini kubah itu berjajar secara simetris 12 balok marmer. Di sisi monumen terdapat sebuah lorong kecil berkelok. Lorong itu dulunya merupakan goa alam tempat persembunyian dan basis pertahanan tentara Jepang. Tiga set meja di bawah kubah dan jajaran batu marmer di tepi pantai adalah simbol komando militer. Sementara itu, lorong kecil adalah simbol kekuatan pasukan yang tersembunyi di goa-goa alam di sekitar wilayah Biak. Pantai Paray antara tahun 1919 dan 1945 memang menjadi pusat kegiatan perdagangan bangsa Jepang di Papua. Selama masa Perang Dunia II tempat ini menjadi pangkalan militer. Di tepi pantai inilah Jepang pernah menggoreskan sejarahnya atas wilayah Indonesia. (sumber: BIAK, KOMPAS.com).










Bagi anda yang berminat berlibur ke Biak Papua, dapat mengikuti tips sebagai berikut : 

1. Jika berangkat dari Jakarta dapat menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airline (GA-650), ataupun Maskapai Merpati Air Line, dengan lama perjalanan kurang lebih 5 jam, dengan transit di Makasar (Bandara Sultan Hasanudin).Lama Waktu Jakarta (Bandara Soekarno Hatta) ke Makassar (Bandara Sultan Hasanudin) +/- 2 Jam, lama perjalanan Makassar (Bandara Sultan Hasanudin) ke Biak (bandara Frans Kaisiepo) +/- 3 jam. Perlu diingat ada tambahan beda waktu 2 jam (Waktu Indonesia Timur/WIT).

Informasi terakhir Mulai tanggal 21 Mei terdapat Rute baru Maskapai “Sriwijaya Air”, Jakarta-Biak-Jayapura, dengan bertambahnya maskapai yang melalui Biak, menambah alternative (pilihan) bagi wisatawan/traveler, yang ingin berkunjung ke “Biak,Papua”.






2. Hotel / Penginapan dapat dijumpai di Biak dengan berbagai jenis harga dan fasilitas mulai dari kelas melati sampai kelas hotel berbintang, diantaranya Hotel Irian (Aerotel Biak), Hotel Mapia, Hotel Nirmala Beach, Hotel Basana Inn, Hotel Arunbai , Hotel Instia dan lainya.














3. Bagi tamu / wisatawan lokal sebaiknya dapat melakukan pemesanan hotel/penginapan sebelumnya untuk melakukan kesepakatan, sebaiknya harga sudah termasuk penginapan hotel termasuk transportasi, makan pagi siang dan malam, karena karena masih sangat alaminya objek-objek wisata yang ada sehingga jarang pedagang makan minum yang ada dilokasi wisata.


4. Alat Transportasi selama di Biak Papua dapat menggunakan mobil hotel atau dapat menyewa mobil (avanza/kijang Innova) biaya pun relative +/- 400 sd 700 ribu sehari.





5. Jangan khawatir sudah terdapat mall/supermarket di Biak, Papua, bagi wisatawan/traveler, yang berkunjung dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari, bekal makanan, minuman selama di Biak,Papua, dengan harga yang relative terjangkau.





6. Tidak Usah membawa uang cash terlalu banyak sudah tersedia Bank, dan ATM seperti Bank Mandiri, Bank Papua, Bank BRI, Bank Danamon, dan Bank BNI, yang berlokasi di Kota Biak, tidak jauh dari Bandara Frans Kaisiepo, Biak, Papua.





Buzzlemall, APLIKASI ASAL INDONESIA JAWARA DI DUNIA

sumber: http://inet.detik..com/read/2012/05/09/095601/1912701/398/buzzlemall-aplikasi-lokal-yang-jadi-juara-dunia?i991102105



Buzzlemall, Aplikasi Lokal yang Jadi Juara Dunia


Satu lagi aplikasi besutan developer Indonesia yang diakui secara internasional. Aplikasi yang bernama Buzzlemall sukses meraih juara ketiga di ajang internasional, Ericsson Aplication Awards (EAA) 2012. Alhasil aplikasi besutan PT. Buzzle Indonesia berhak menggondol hadiah sebesar 5.000 euro.

Kendati 'hanya' juara ketiga, namun Buzzlemall patut berbangga karena merupakan peserta pertama dari wilayah Asia Tenggara dan Oceania di EAA 2012. Apalagi aplikasi ini tergolong masih 'muda'.

"Buzzlemall dibuat sekitar tiga bulan lalu, jadi saat ini yang ada untuk Android dan BlackBerry masih belum final baru versi beta-nya. Baru kemudian menyusul untuk platform lain seperti iOS dan Windows Phone," tutur salah satu pendiri PT. Buzzle Indonesia, Arnold Mugroho S, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2012).

Buzzlemall sendiri merupakan aplikasi mobile yang akan menemani penggunanya ketika berada di mall dengan memberikan informasi terbaru seperti adanya promosi, acara atau daftar toko. Saat ini di 28 mall Jakarta dan Bandung yang 'terhubung' dengan aplikasi Buzzlemall.

"Inspirasinya sendiri datang saat saya kesulitan mendapatkan informasi di mall yang sudah jamak ada di kota besar Indonesia," tambahnya.

Pengguna juga bisa memanfaatkan jejaring sosial, Facebook mengintegrasikan aktivitas mereka di Buzzlemall dan juga bisa di share ke Twitter.

Kendati masih 3 bulan dan dalam bentuk beta, aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 800 kali untukpengguna smartphone. Ke depannya bisa saja bertambah, setelah akan ada penambahan fitur baru di aplikasi tersebut


Halaman pencarian promo di Plaza Blok M dan petanya di device Android

 

Sampah Abadi


Sadar gak sih kalau misalnya ada banyak sampah yang sifatnya ABADI.
Abadi bagaimana maksudnya? Ya abadi… sampah-sampah lain seperti kertas-kertas bias hancur. Namun tidak untuk jenis sampah yang satu ini. 
Walaupun diterpa panas dan hujan tetap awet seperti apa adanya. Tidak hancur sedikit pun. 




Yak, styrofoam!! Adalah salah satu sampah abadi yang sulit hancur.

Mengerikan!


Ternyata gan, Stereofoam ini amat sangan berbahaya!! Tentunya bagi kesehatan manusia dan juga lingkungan.

Kandungan yang terdapat seperti Benzen, Carsinogen, Styrene, akan beraksi dengan cepat begitu makanan dimasukan kedalamnya. Uap panas dari makanan akan memicu reaksi kimia ini terjadi lebih cepat, Misal zat Benzen sudah bereaksi masuk kedalam tubuh lalu masuk kedalam jaringan darah lalu terakumulasi selama bertahun-tahun akan menimbulkan kerusakan pada sum-sum tulang belakang, anemia, dan bahkan mengurangi produksi sel darah merah.

Untuk lingkungan juga sangat berbahaya gan!! Kebayang gak sih kalau sampah abadi yang satu ini terus menumpuk??
Bahkan kalau sampe sampah abadi ini mengalir ke laut maka sudah tentu biota laut kita bakal terganggu ekosistemnya, karena Styrofoam akan beraksi dengan air laut dan menyebabkan biota laut terganggu kehidupannya.
Yuk, mulai sekarang kita kita peduli sama lingkungan!!
Kurang-kurangin deh tu pemakaian Styrofoam, dari pada kita semua yang kena imbasnya!! 

Sepeda Listrik Roda Tiga Karya Anak SMK, Pertama di Indonesia

sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/310391-sepeda-listrik-roda-tiga-buatan-smk



Hobi bila ditekuni dan dinikmati sering melahirkan inspirasi dan kreasi yang bermanfaat untuk banyak orang. Hobi bersepeda yang ditekuni dan dinikmati Ir. Tri Herjun Ismadji dan teman-temannya sesama alumni teknik sipil Universita Gajah Mada yang memiliki kegemaran bersepeda santai, telah menghasilkan kreasi Sepeda Listrik Roda Tiga (SLRT) yang pertama di Indonesia.

Buah dari kegemarannya bersepeda di usia yang tidak muda lagi, Tri Herjun mencoba membuat rancangan sepeda yang mudah dikendarai terutama bagi lansia. Lalu ide tersebut diterjemahkan oleh siswa-siswa SMK yang tengah mengikuti pelatihan di Balai Latihan dan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY. Hasilnya, lahirlah sepeda SLRT yang tidak hanya bisa dikendarai para lansia, namun juga para difabel dan anak-anak.

"Kita dari komunitas Sepeda Sehat Sipil (S3) UGM, dalam upaya memenuhi kegemaran kami untuk tetap bisa bersepeda di usia tua, kami coba membuat sepeda elektrik.dan akhirnya dengan anak-anak atau cucu-cucu dari SMK ini, dalam 21 hari bisa menghasilkan sepeda roda tiga ini," kata Tri Herjun Jumat (4/5/2012).

Sedikit berpromosi, mantan Sekda Pemprov DIY ini menyampaikan keunggulan sepeda multi guna kreasinya. Selain harganya yang relatif murah, SLRT dapat dipakai sebagai sarana olahraga, rekreasi dan niaga. "Dibanding dengan sepeda roda dua, SLRT lebih stabil dan bisa membawa beban hingga 150 kilogram. Sepeda ini juga dinamo listrik, untuk difabel yang tidak bisa mengayuh," katanya.

Sebagai sumber energi untuk menghidupkan dinamo listrik berkekuatan 350 watt, sepeda dilengkapi aki kering 12 Ampere yang sebelumnya harus di-charge selama 6-7 jam agar bisa menempuh jarak 60 kilometer dengan kecepatan 30-35 kilometer per jam.

Pada kesempatan tersebut, Tri Herjun juga menegaskan, sepeda listrik roda tiga ini pertama kali dibuat di Indonesia. Sejauh yang ia ketahui, belum pernah ada sepeda sejenis yang sudah diproduksi di dalam negeri. "Kalo pun ada, menurutnya jelas barang impor. Itu pun khusus sepeda lisrik roda tiga untuk para difabel yang tidak disertai alat pengayuh," katanya.

Meski sempat menyebutkan harga yang relatif murah, namun Tri Harjun belum berani menentukan harganya. Sebab, sepeda multiguna ini belum diproduksi secara massal. Namun dia meyakinkan harga satu sepeda lebih murah karena dibuat oleh bengkel lokal. Dia pun akan melayani jika ada pemesanan. "Kalo di luar negeri harganya mencapai 1000 hingga 1500 dollar, tapi SLRT ini jauh lebih murah," jawabnya. 

10 Kesenian Di Provinsi Banten

sumber: http://bantenculturetourism.com/

Sebelumnya saya minta maaf jika thread saya ini repost 

1. Angklung buhun: 


Angklung buhun adalah alat musik tradisional khas Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Dinamakan buhun karena kesenian ini lahir bersamaan dengan hadirnya masyarakat Baduy. Buhun berarti tua, kuno (baheula ). Angklung buhun adalah angklung tua yang menjadi kesenian pusaka masyarakat Baduy. Kesenian ini dianggap memiliki nilai magis (kekuaan gaib) dan sakral. Selain itu kesenian ini juga punya arti penting sebagai penyambung amanat untuk mempertahankan generasi masyarakat Baduy.


2. Angklung Gubrag: 


Angklung Gubrag Merupakan salah satu kesenian tradisional yang sudah langka, namun masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Kresek – Kabupaten Tangerang masih melestarikan kesenian Angklung Gubrag pada acara khitanan, perkimpoian dan selamatan kehamilan. Pada masa lalu kesenian Angklung Gubrag dilaksanakan pada saat ritual penanaman padi dengan maksud agar hasil panen berlimpah.

Instrumen yang digunakan 6 buah angklung menggunakan bambu hitam, masing-masing memiliki nama: bibit, anak bibit, engklok 1, engklok 2, gonjing dan panembal, dilengkapi dengan terompet kendang pencak dan seruling. Di atas angklung dikaitkan pita yang berasal dari kembang wiru, menurut kepercayaan kembang wiru dan air yang berasal dari angklung dipercaya dapat menjadi obat dan penyubur tanaman. Semua pemain berdiri tidak menari kecuali penabuh dogdog lojor menabuh sambil ngibing diiringi beberapa penari perempuan dengan kostum kebaya dan kain.


3. Bendrong Lesung: 

 

Bendrong Lesung merupakan salah satu kesenian tradisional masyarakat Cilegon-Banten, yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun di masyarakat hingga saat ini. Awalnya kesenian ini merupakan tradisi masyarakat setempat dalammenyambut Panen Raya. Tujuannya untuk mengungkapkan kebahagiaan atas jerih payah yang dilakukan, dan yang telah membuahkan hasil.

Dalam perkembangannya, Bendrong Lesung tidak hanya ditampulkan pada penyambutan Panen Raya, tetapi ditampilkan juga pada acara-acara pesta perkimpoian atau upacara peresmian. Bendrong Lesung memadukan musik Lesung atau Lisung (tempat menumbuk padi) dengan musik lainnya yang dimainkan oleh beberapa orang.


4. Debus: 

 

Debus adalah seni pertunjukan yang memperlihatkan permainan kekebalan tubuh terhadap pukulan, tusukan, dan tebasan benda tajam. Dalam pertunjukanya, debus banyak menampilkan aktraksi kekebalan tubuh sesuai dengan keinginan pemainnya. Pada masa pemerintahan sultan ageng tirtayasa sekitar abad ke-17 ( 1651-1652), debus difokuskan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Pada perkembangan selanjutnya, debus menjadi salah satu bagian ragam seni budaya masyarakat banten sehingga kesenian ini banyak digemari oleh masyarakat sebagai hiburan yang langka dan menarik di banten, permainan debus berkembang di kabupaten lebak, pandeglang, kota cilegon dan kota serang.


5. Dogdog Lojor: 


Dogdog merupakan alat musik yang terbuat dari batang kayu bulat, tengahnya diberi rongga, namun kedua ujung ruasnya mempunyai bulatan diameter yang berbeda (± 12 – 15 cm) dengan panjang ± 90 cm. Pada ujung bulatan yang paling besar ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan dan diikat dengan bambu melingkar yang dipaseuk/baji untuk menyetel suara atau bunyi. Suara yang dihasilkan akan berbunyi dog dog dog (dalam telinga orang Sunda). Oleh karena itu alat ini diberi nama Dog Dog. Sedangkan kata lojor berarti lonjong atau lodor yang sepadan dengan kata panjang. Jadi Dogdog Lojor sama artinya dengan Dogdog Panjang.

Kesenian ini berkembang di Banten bagian Selatan Kabupaten Lebak, dengan pemain berjumlah 12 orang. Pada awalnya pertunjukan seni Dogdog Lojor ini, dilakukan sebagai pelengkap dalam rangka pelaksanaan upacara adat seperti Seren Taun, sedekah bumi ataupun ruwatan. Oleh karena itu, pertunjukan Dogdog Lojor dilaksanakan secara khidmat. Sejalan dengan perkembangan zaman, pertunjukan Dogdog Lojor dilakukan dengan penuh kegembiraan sehingga berkembang menjadi seni pertunjukan hiburan dan permainan rakyat.


6. Dzikir Saman: 


Seni Saman atau disebut juga Dzikir Maulud yaitu kesenian tradisional rakyat Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang yang menggunakan media gerak dan lagu (vokal) dan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Asma Allah dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. berdasarkan literatur disebut Dzikir Saman karena berkaitan arti Saman yaitu Delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syech Saman dari Aceh.

Tari Saman berasal dari Kesultanan Banten yang dibawa para ulama pada abad 18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulud, namun dalam perkembangan selanjutnya dapat pula dilakukan pada upacara selametan khitanan, pernikahan atau selametan rumah.

pemain seni Dzikir Saman berjumlah antara 26 sampai dengan 46 orang. 2 sampai 4 orang sebagai vokalis yang membacakan syair-syair Kitab


 7. Kesenian Buaya Putih: 


Kesenian tradisional yang berkembang di kampung curugdahu desa kadubeureum kecamatan padarincang kabupatne serang, iringan ngarak buaya putih biasanya dilakukan dalam kegiatan mengirimkan bahan-bahan keperluan hajatan yang menjadi ciri khas daerah setempat, dimana keperluan hajatan ditata sedemikian rupa pada sebatang pohon bambu yang dibentuk rangka mirip seekor buaya, dengan panjang mencapai 8 sampai 10 meter, dengan dihiasi janur kelapa. Buaya putih dimainkan secara keseluruhan oleh 40 orang, dimana 4 orang pemain laki-laki yang bertugas memegang umbul-umbul sebagai pembatas barisan, 2 orang bagian paling depan dan 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk, 1 orang sebagai penarik penonton, di belakang 10 orang sebagai penari mojang desa, berdiri sepasang pengantin yang diapit kedua orang tua yang di lengkapi dengan seorang pembawa payung kebesaran. Dibagian tengah terdapat 4 orang sebagai pemikul buaya putih yang harus mampu memainkan buaya putih dengan baik, dibawah kendali seoranag pawang buaya yang bernama ma ijah, tarian buaya putih ini diiringi oleh 14 orang pemain musik rudat, dengan alat yang terdiri dari : Gending paria ria, kemplongan, dan gembrung.



8. Pantun Bambu: 


Pantung Bambu adalah alat musik tradisional khas masyarakat cilegon yang terbuat dari bambu berdiameter rata-rata 10cm, panjang 80cm, beruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada. Dalam satu grup pantun bambu dibutuhkan paling sedikit tiga pantun yang terdiri dari pantun melodi gendang tapak, pantun bas gendang dan pantun ritme patingtung. Pada awalnya musik pantun di mainkan disaat-saat melepas lelah setelah para petani berkerja disawah, dengan peralatan bambu sederhana dapat menimbulkan irama yang menghibur. Dalam perkembangannya saat alat musik "Pantun" telah di kolaborasi dengan alat musik lainnya seperti musik patingtung, rudat, terbang gede dan sebagainya. Pantun sekarang ini juga digunakan untuk mengiringi lagu dan tarian.


9. Terbang Gede: 


Terbang gede merupakan salah satu kesenian tradisional Banten yang tumbuh dan berkembang pada waktu para penyebar agama islam menyebarkan ajarannya di Banten, oleh karena itu kesenian terbang gede berkembang secara pesat di lingkungan pesantren dan mesjid-mesjid.

Kesenian ini disebut terbang gede karena salah satu instrumen musik utamanya adalah terbang besar (gede). Pada awalnya kesenian terbang gede berfungsi sebagai sarana penyebaran agama islam, namun kemudian berkembang sebagai upacara ritual seperti : ngarak panganten, ruwatan rumah, syukuran bayi, hajat bumi, dan juga hiburan.

Terbang gede dimainkan oleh beberapa orang biasanya laki-laki yang telah lanjut usia terdiri atas Penabuh terbang gede (besar) , penabuh sela, penabuh pengarak, penabuh kempul, penabuh koneng, yang diiringi dengan sholawatan nabi dengan bahasa Arab ataupun jawa.


10. Rampak Bedug: 

 

Rampak Beduk merupakan sajian instrumen berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran. Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut. Seni Rampak Bedug berawal dari kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan puasa. Yang kemudian dijadikan ajang untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka, saling beradu kekuatan bedug. Tari Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Sekilas, gerakannya mirip tarian dari daerah Aceh.