بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Wednesday, July 8, 2015

Ayah Martunis Menasehati Supaya Dia Tidak Lupa Salat

Pesan Ayah Kandung: Martunis Jangan Lupa Salat

Dream - Kesuksesan Martunis, bocah korban tsunami yang diangkat anak oleh pemain bola dunia asal Portugal, Cristiano Ronaldo menembus akademi Sporting Lisbon membuat kagum banyak pihak. Termasuk sang ayah kandung, Sarbini. 

Meskipun begitu, Sarbini tetap memberi nasihat kepada anaknya. Dia mengingatkan anaknya yang sedang di Portugal itu untuk tetap rajin beribadah.

"Jangan lupa salat dan mengaji," kata Sarbini saat berbincang dengan Dream.co.id lewat telepon, Senin, 6 Juli 2015.

Harapan yang dia lekatkan untuk Martunis begitu besar. Sarbini ingin anaknya itu dapat mencapai segala cita-citanya. "Semoga dia bisa menjadi pemain bola hebat," lirihnya lagi. 

Munawardi, yang mendampingi Martunis sejak umur 8 tahun juga ikut mendoakan kesuksesan Martunis di Portugal. Hingga sebelum keberangkatannya dari Bandara Soekarno-Hatta, keluarga terus memberi pesan.

"Keluarga berpesan untuk jangan lupa beribadah, serius, dan menjaga identitas ketimuran, khususnya budaya Aceh," kata Munawardi. (Ism) 


Martunis, Bocah Tsunami Aceh Dipinang Klub Portugal

Dream - Martunis, korban selamat bencana dahsyat tsunami Aceh, telah menandatangai kontrak dengan klub sepakbola ternama Portugal, Sporting Lisbon.

Dengan kesepakatan ini, Martunis mengikuti jejak ayah angkatnya yang merupakan pemain terkenal Portugal, Cristiano Ronaldo.

Mengutip laman Dailymail, Jumat, 3 Juli 2015, Sporting Lisbon telah mengikat Martunis untuk menjadi salah satu muridnya di akademi milik klub tersebut.

"Sungguh luar biasa berada disini. Klub ini bisa membuat mimpi menjadi kenyataan," kata Martunis.
Menurut Martunis, dirinya sangat senang dengan peluang yang diperolehnya ini. "Viva sporting," ujarnya.

Untuk mengejar cita-citanya, Martunis yang lahir di Banda Aceh kerap mengikuti les Bahasa Inggris tiga kali sepekan.

Nama Martunis mendunia setelah pemuda yang kini berusia 17 tahun ini menjadi korban selamat dari terjangan tsunami dahsyat Aceh pada Desember 2004 lalu. 

Terapung selama 20 hari menggunakan kaos seragam Portugal, Martinus harus kehilangan kedua orangtuanya. Dia selamat setelah bergantung pada kursi, dan sofa yang menyeretnya hingga ke lautan.

Kabar selamatnya bocah 7 itu tersebut langsung tersebar ke dunia. Pada 2005, Cristiano Ronald omemutuskan berkunjung ke Aceh untuk menemui Martinus.

Bahkan Cristiano berjanji untuk membayar seluruh biaya pendidikan Martinus dan mengundangnya datang ke Portugal.

"Saya yakin banyak orang dewasa yang mungkin tak bisa menghadapi apa yang sudah dialaminya. Kta harus menghormatinya. Aksinya menunjukan kekuatan dan kedewasan. Dia anak yang spesial," kata Ronaldo kala itu. (Ism) 

Benarkah Bunuh Cicak Banjir Pahala?

Bunuh Cicak Banjir Pahala, Benarkah?

Dream - Cicak, salah satu hewan menjijikan itu punya kisah tersendiri dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Banyak hadits yang membahas tentang cicak. Khususnya, membunuh cicak. 
Cicak merupakan binatang yang berbahaya bagi kesehatan. Bahkan disebut nyaris tidak memiliki manfaat berarti bagi manusia. 

Penjelasan Ummu Syarik bahwa Rosul pernah memerintahkan untuk membunuh cicak. Alasannya, hewan ini telah meniup dan memperbesar api yang telah membakar Nabi Ibrahim.
Selain itu, dari Abu Hurairah juga menjelaskan, Rasul pernah menerangkan bahwa membunuh cicak dengan 1 kali pukulan berpahala lebih besar daripada dengan pukulan kedua. Kotoran cicak mengandung bakteri yang berbahaya yaitu bakteri E. coli. Bakteri yang dapat menimbulkan sakit perut dan bahkan keracunan makanan.

Ingin tahu penjelasanya lebih lanjut? Yuk selengkapnya KLIK. (Ism) 

Daftar Merek Pembalut dan Pantyliner Wanita Berbahaya karena Mengandung Klorin

Awas, Ada Klorin di Pembalut Wanita, Ini Daftar Mereknya


EMPO.CO, Jakarta - Penelitian oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menunjukkan sebagian besar pembalut yang umum beredar di pasaran mengandung klorin yang membahayakan kesehatan.

Anggota Pengurus Harian YLKI, Ilyani Sudrajat, mengatakan selama ini cukup banyak keluhan dari perempuan yang mengatakan pembalut yang mereka gunakan menyebabkan iritasi. "Kami sendiri orang-orang YLKI juga merasakan dampak buruk pembalut yang merugikan kesehatan," kata Ilyani dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 7 Juli 2015.

Adapun di Indonesia sendiri, Standar Nasional Indonesia (SNI) pembalut dan pantyliner belum mencantumkan kadar klorin di dalamnya. Ilyani menyatakan konsumen harus berhati-hati memilih produk pembalut karena menyangkut ancaman bahaya yang cukup serius. "Ini menyangkut reproduksi perempuan sehingga harus diperhatikan dengan baik. Sayangnya, pemerintah kita belum membuat regulasi tentang hal ini," ujar Ilyani.
Dalam pengujian yang dilakukan di laboratorium independen TUV NORD pada Januari-Februari 2015, terbukti sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner mengandung klorin dengan kadar beragam, dengan hasil sebagai berikut

Pembalut:
1. Charm: 54,73 ppm
2. Nina Anion: 39,2 ppm
3. My Lady: 24,44 ppm
4. VClass Ultra: 17,74 ppm
5. Kotex: 8,23 ppm
6. Hers Protex: 7,93 ppm
7. Laurier: 7,77 ppm
8. Softex: 7,3 ppm9. Softness Standard Jumbo Pack: 6,05 ppm



Pantyliner:
1. V Class: 14,68 ppm
2. Pure Style: 10,22 ppm
3. My Lady: 9,76 ppm
4. Kotex Fresh Liners: 9,66 ppm
5. Softness Panty Shields: 9,00 ppm
6. CareFree Superdry: 7,58 ppm
7. Laurier Active Fit: 5,87 ppm
Produsen dari merek tersebut tidak mencantumkan kandungan klorin pada komposisi. Namun hasil pengujian YLKI menunjukkan pembalut dan pantyliner itu mengandung klorin yang biasa digunakan sebagai pemutih.


Tanggapan Charm dan Laurier
Reaksi muncul dari produsen Charm.  "Pembalut perusahaan kami, diproduksi melalui metode yang tidak menggunakan gas klorin," tulis PT Unicharm Indonesia di siaran resmi mereka. Mereka menegaskan proses pemutihan pulp penyerap menggunakan metode tanpa gas klorin.
Selain itu, pulp penyerap juga berada di lapisan bawah, sehingga tak bersentuhan langsung dengan kulit. Berdasarkan fakta di atas, sejak dulu tidak pernah terjadi masalah kulit apapun yang diakibatkan dari pulp. Di Jepang, Singapura, Thailand , dan negara-negara yang memasarkan produk ini pun, melakukan proses pemutihan dengan metode yang sama, dan tak pernah ada keluhan semacam ini. Produk pembalut mereka, Charm, dinyatakan memiliki kadar klorin tinggi yakni 54,73 ppm.


PT KAO Indonesia yang mengeluarkan produk  Laurier dan Laurier Active Fit  juga menyatakan hal sama. Mereka menegaskan produk mereka tak menggunakan bahan yang membahayakan kesehatan. "Pemilihan supplier bahan baku Laurier dikontrol dengan ketat oleh Kao Corporation Jepang untuk semua negara termasuk Indonesia dengan spesifikasi dan kualitas terbaik.

Proses pembuatan bahan baku seperti pulp dan tissue tidak menggunakan senyawa Klorin (Cl2) sehingga produk Laurier tidak mengandung gas Klorin (Cl2) atau ‘Chlorine free’," kata Consumer Advisor Manager PT KAO Indonesia Agnes K. melalui surat elektronik kepada Tempo pada Rabu, 8 Juli 2015. Mereka memastikan bahan yang digunakan tak akan menimbulkan dioksin.

Ia juga menjelaskan belum ada penelitian yang menyebutkan paparan zat kimia tertentu dari luar tubuh, ataupun pemakaian pembalut dapat memicu kanker serviks pada wanita. Penyebab utama dari Kanker Serviks adalah Human Papilomaviruses (HPVs).


Tanggapan Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan mengimbau YLKI  membuat klarifikasi atas temuan klorin di pembalut dan pantyliner. Temuan mereka ini dianggap ada salah persepsi. "Kami harap YLKI dapat menjelaskan lebih detil wujud dan senyawa kimia dari klorin yang ditemukan," kata Maura Linda Sitanggang, Direktur Jenderal Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan di kantornya pada Rabu, 8 Juli 2015.

Klarifikasi ini dianggap perlu untuk meredakan keresahan yang timbul di masyarakat akibat pernyataan tersebut. Menurut Linda, yang ditemukan adalah residu klorin dari proses pemutihan. Residu ini tak berbahaya karena bukan gas klorin.

Pada proses produksinya, pembalut wanita memang melalui proses pemutihan benang selulolid. Metode yang digunakan, sesuai dengan petunjuk Food and Drug Association (FDA) adalah:


1. Elemental Chlorine Free (ECF), yang menggunakan klorin dioksida. Zat ini sudah dinyatakan bebas dioksin.
2. Totally Chlorine Free (TCF), pemutihan yang menggunakan hidrogen peroksida, dan bebas dioksin.

Residu yang timbul akibat proses ini, menurut Linda, tak berdampak pada kesehatan alat kelamin wanita. Petunjuk dari Food and Drug Association (FDA) pun menyatakan masih diperbolehkan adanya jejak residu klorin pada hasil akhir pembalut wanita. "Selama proses ini pun, tak diperbolehkan menambahkan klorin," kata Linda. Hal ini berlaku juga untuk produsen 9 pembalut dan 7 pantyliners yang dituding mengandung klorin.

Kemenkes juga rutin melakukan uji sampling untuk produk yang sudah beredar di pasaran. Linda mengatakan, selama 2012 sampai 2015, tak ditemukan pembalut yang tak memenuhi syarat. Kalaupun ada, produsen yang bersangkutan harus menarik seluruh barangnya dari pasar.

NIBRAS NADA NAILUFAR |URSULA FLORENE SONIA

Dua Saksi Dukung Agus, Margriet Tersudut

Kasus Angeline: Dua Saksi Dukung Agus, Margriet Tersudut


TEMPO.CO, Bali: Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Angeline, 8 tahun, di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar.  Para tersangka, yakni ibu angkatnya, Margriet Christina Megawe, dan Agustinus Tai, pembantu rumah tangga, memperagakan puluhan adegan."Semuanya 81 adegan," kata pendamping saksi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah, 6 Juli 2015.

Rekonstruksi itu juga menghadirkan saksi Handono dan Susiani, yang pernah indekos di rumah Margriet. Mereka memperagakan sejumlah adegan keseharian Margriet dan Agus di rumah itu. Dalam rekonstruksi itu, peran Margriet sangat dominan. Selain membunuh Angeline, ia memerintahkan Agus membungkus jasad Angeline dan menguburkannya di lubang yang telah digali.

Kuasa hukum tersangka Agus, Hotman Paris Hutapea, menyatakan optimistis kliennya aman dari tuduhan sebagai pembunuh Angeline berdasarkan hasil rekonstruksi.  Hotman beralasan, dalam rekonstruksi itu, semua adegan pembunuhan berlangsung di kamar Margriet dengan pelaku perempuan berusia 60 tahun itu.

Keterangan saksi Handoko dan Susiani selaras dengan pengakuan Agus."Dua saksi, Susiani dan Handoko, bersesuaian dengan Agus tentang kejadian (Sabtu, 16 Mei 2015) dari pagi sampai siang pukul 12.30 Wita. Yang diterangkan Agus benar-benar akurat sesuai dengan saksi," kata pengacara itu. Kesaksian Margriet yang berbeda dengan Agus menjadi kurang berarti.



Ipung--panggilan akrab Siti Sapura--mendampingi saksi Susiani dan Handoko. Keduanya merupakan suami-istri yang sempat indekos di rumah tersebut. Handoko dan Susiani menjalani rekonstruksi sejumlah adegan keseharian Margriet dan Agus di rumah itu. "Mereka memperagakan bagaimana saksi melihat posisi keseharian Agus dan Margriet," kata Ipung.

Adegan rekonstruksi bermula saat kedua saksi meninggalkan rumah itu untuk mengambil barang dagangan pada pukul 07.00 Wita. Handoko dan Susiani tidak berada di rumah tersebut selama 24 jam karena keduanya bekerja dan biasanya baru pulang sekitar pukul 17.00 Wita. Meski begitu, keduanya menyaksikan kondisi terakhir Margriet dan Agus saat Angeline dilaporkan hilang.

Sempat terjadi perbedaan kesaksian. Misalnya, sesuai dengan keterangan Agus, Angeline memberi makan ayam yang ada di jalan depan ketika Handoko dan Susiani melihat bocah itu. Namun Margriet menyebutkan, pada pukul 10.00 Wita, Angeline bersama dia sedang beristirahat di kamar. Tapi pengakuan kedua saksi ini sama dengan keterangan Agus.

ROFIQI H. | ANTARA

Cara Hindari Kasir Nakal saat Berbelanja di Minimarket

Tips hindari kasir nakal saat belanja di minimarket


Merdeka.com - Kasus kecurangan yang dilakukan penjaga kasir terhadap konsumen membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat berbelanja. Apalagi, kenakalan tersebut tak hanya sekali terjadi, banyak kasus curang yang dilakukan perusahaan ritel dengan menggenapi jumlah barang yang dibeli.

Lalu bagaimana cara menghindarinya agar tidak menjadi korban?

Ketua Bidang Pengaduan YLKI, Sularsih mengungkapkan ada beberapa cara agar seseorang tidak menjadi korban kasir atau retail nakal. Yang paling utama adalah perhatikan jumlah item yang dibeli sebelum keluar dari minimarket.

"Kalau belanja, sebelum meninggalkan dilihat struk dan dihitung berapa item yang dibeli. Sesuai dengan harga di struk. Jika ada masalah bisa komplain saat itu, yang bisa dilakukan jangan tinggalkan tempat itu," ujar Sulastri saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (7/7).

Konsumen juga wajib mencari tahu apakah kasus kenakalan tersebut hanya sekali terjadi atau sudah berulang-ulang. Jika memang sudah sering, maka konsumen bisa melaporkannya kepada aparat berwajib,

"Kalau itu misalnya ada kasus yang sering terjadi dan dilakukan masif, perlu diduga masuk ke dalam ranah pidana. Laporkan ke berwajib! Ada sanksi yang harus diberikan kasir maupun manajemen," lanjut dia.

Selain itu, konsumen juga wajib mengetahui perbedaan harga antara harga yang terpasang di rak maupun kasir. Kondisi ini kerap kali terjadi, di mana masa promosi yang telah selesai namun tak disampaikan kepada konsumen.

"Kalau sudah tidak berlaku dan tidak diinformasikan, ini kenakalan kasir dan/atau kenakalan retail tadi," tandasnya.

Nah, itulah beberapa tips yang wajib diketahui pelanggan. Waspadalah.

Al Quran Raksasa Jadi Penarik Jamaah Masjid Raya Makassar




Merdeka.com - Masjid Raya di Makassar yang dibangun sejak tahun 1949, kemudian direnovasi tahun 1976 dan diresmikan tahun 2005 oleh Wapres RI kala itu, Jusuf Kalla masih menjadi perhatian masyarakat. Selain termasuk masjid tua, bangunannya luas dan megah, magnet lain yang menjadi pemikat bagi warga untuk berkunjung ke masjid ini adalah Alquran raksaka sebesar 1x1,5 meter persegi dengan berat 584 kilogram.

Alquran yang ditulis KH Ahmad Faqih sebagai penulis utama dari Yayasan Al Asy'ariah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah ini menghabiskan waktu selama 12 bulan. Alquran raksasa atau Alquran akbar yang kini menjadi koleksi Yayasan Masjid Raya ini merupakan pesanan Drs HM Aksa Mahmud, pembina Masjid Raya, yang juga pendiri Bosowa Corporation dan juga Wakil Ketua MPR RI.

Koleksi Yayasan Masjid Raya ini diletakkan di depan pintu utama masjid lantai dua, sehingga mudah diakses oleh jamaah ataupun pengunjung yang datang sekadar ingin menyaksikan Alquran raksasa ini. Disimpan dalam boks besar yang terbuat dari kayu jati yang sebelumnya telah dikeringkan selama tujuh bulan agar tahan ratusan tahun.

Bagian atasnya ditutupi kaca sehingga Alquran mudah dilihat dari luar. Di sisi kanannya diletakkan banner tertulis semua data Alquran akbar ini, sehingga pengunjung dapat memahami hal ihwal sejarah Alquran super jumbo ini.

Jumadin, warga Kecamatan Limbung, Kabupaten Gowa mengaku baru kali ini dirinya berkunjung di Masjid Raya ini, dan dia baru mengetahui jika ada Alquran raksasa ini. Sebenarnya pernah satu kali ke masjid ini hanya saja di lantai satu sehingga tidak sempat tahu keberadaan Alquran ini yang berada di lantai dua.

Awalnya, kata Jumadin, dirinya sempat bertanya gerangan apa yang dikerumuni orang. Setelah mendekat, ternyata ada Alquran raksasa itu.

"Tadi saya mengaji di lantai satu menggunakan Alquran yang tersedia. Saat tiba waktu salat zuhur saya memilih naik ke lantai dua. Dan di lantai dua ternyata ada Alquran raksasa. Subhanallah, tadi saya menggunakan Alquran kecil, kini di depanku ada Alquran besar," tutur Jumadin, Selasa (7/7).
[eko]

Gelar Mayweather Dicabut

Disebut tak patut menang lawan Pac Man, gelar Mayweather dicabut

Merdeka.com - Duel sengit antara Floyd Mayweather Junior melawan Manny Pacquiao dalam laga perebutan sabuk penyatuan gelar juara dunia kelas welter memang telah usai 2 Mei lalu. 

Kemenangan kontroversial Mayweather membuat semua yang menyaksikan pertandingan tersebut di layar kaca atau pun langsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, keheranan.

Pasalnya pertandingan yang disebut-sebut terbesar dalam sejarah tinju itu menampilkan secara jelas bagaimana 'The Money', julukan Mayweather, selalu kabur dari serangan 'Pacman', julukan Pacquiao.

Namun siapa sangka aksi 'kucing-kucingan' The Money malah memberinya kemenangan. Menurut mantan petinju nasional, Henki Silatang, keputusan juri yang memberi kemenangan kepada Mayweather sudah tepat. Henki mengatakan, dalam dunia tinju itu bukan hanya jual beli pukulan, melainkan diperlukan strategi untuk bisa mengalahkan lawan.

Henki melihat dalam pertarungan yang berlangsung 12 ronde tersebut strategi Mayweather lebih efektif ketimbang Pacquiao. Karakter Mayweather yang disebutnya sebagai petinju boxer yang fokus pada pertahanan dengan sesekali menjual pukulan dinilainya lebih efisien ketimbang Pacquiao.

Selain kontroversialnya sebagai pemenang dalam pertandingan tinju termahal dalam sepanjang sejarah, ternyata The Money kerap mendapat sorotan miring terkait sifatnya yang sombong dan suka pamer kekayaan. Majalah Forbes pada tahun 2014 menobatkannya sebagai atlet tinju terkaya sedunia, dengan nilai kekayaan tidak kurang dari Rp 1,2 triliun.

Kekayaan ini membuat Mayweather membiasakan dirinya untuk pamer. Beberapa kali ia memamerkan hartanya di situs jejaring sosial, berharap membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri.

Koleksi harta benda terbaru milik Mayweather saat ini pun tak kalah mentereng, yaitu sebuah jet pribadi. Jet yang dipakai sebagai latar belakang dari aneka tunggangan lain miliknya itu, ditaksir berharga lebih dari Rp 200 miliar.

Ternyata kontroversi The Money tidak berhenti sampai di situ, baru-baru ini diberitakan jika Asosiasi Tinju Internasional (WBO) baru saja mencabut gelar tinjunya akibat mempunyai dua gelar dalam satu kelas. 

Diberitakan koran the Guardian, Selasa, (7/7), gelar yang disandang Mayweather dicabut lantaran dia tidak memenuhi aturan yang berlaku. Gelar Mayweather lainnya seperti World Boxing Championship (WBC) dan World Boxing Association (WBA) juga terancam dicabut pada Jumat nanti. Hal itu akan dilakukan bila dia tidak mau membayar denda USD 200 ribu (RP 2,6 miliar) sebagai upah pertandingannya melawan Pacman pada 2 Mei silam.

"Komite Organisasi Kejuaraan Tinju Dunia (WBO) sebenarnya tidak memperbolehkan petinju memiliki dua gelar. Dalam kasus Mayweather, dia telah diberi waktu untuk memilih, namun dia tidak mengindahkannya. Akibatnya gelar juara kelas berat WBO dicabut karena dia tidak mematuhi aturan," ucap WBO dalam pernyataannya, Senin lalu.

[pan]

Tuesday, June 23, 2015

Amerika adalah Benua yang Dimurtadkan

Ternyata, Amerika adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan

VIVA.co.id - Benua Amerika Adalah Negeri Muslim yang Dimurtadkan, Apa Buktinya?
1. Adanya sepotong batu yang ditemukan di daerah Corinto di El Salvador, tepatnya di dalam sebuah gua telah diidentifikasi dan dari situlah kedatangan umat Islam di Amerika Selatan dapat teridentifikasi oleh batu yang diketahui sebagai bantalan prasasti Malaka Haji Malaya pada abad ke-13. Umat muslim tersebut diduga berasal dari salah satu daerah di Indonesia.

2. Ditemukan beberapa koin oleh Pendeta Thaddeus Mason Harris yang ditulis oleh seorang penulis jurnal Amerika yang pada tahun 1787 ketika berkunjung ke beberapa area Massachusetts. Koin itu kemudian oleh Harris diserahkan ke perpustakaan Harvard College untuk diperiksa dan diketahui bahwa koin tersebut berasal dari abad ke-8 dan 9 dan dikenal sebagai Samarqand Dirham. Ada prasasti La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah dan Bismillah yang kelihatan ada pada koin tersebut.

3. Prasasti batu lagi-lagi ditemukan dengan bentuk bantalan huruf Cufic H-M-I-D yang diduga berasal dari pasca-650 CE dan ini merupakan salah satu bukti benua Amerika adalah benua yang dimurtadkan. Di bebatuan Nevada, tepatnya di Valley of Fire juga diketahui ada tulisan Arab lainnya.

4. Tulisan Cufic itu ada dan penemuannya ada di White Mountains di tahun 1951 yang lokasinya tidak jauh dari kota Benton di perbatasan Nevada. Tulisan dengan gaya Cufic yang dikenali sebagai tulisan di abad ke-7 ini terdapat kalimat tentang Iblis yang merupakan sumber dari segala kebohongan atau Setan maha mayan.

5. Ada banyak orang yang mencoba meneliti sejarah awal masuknya Islam ke Amerika, mungkin termasuk Profesor Barry Fell seorang dosen yang sudah pensiun dari Harvard University. Ia menekankan bahwa di tahun 650-an, Amerika kedatangan kaum muslim dan tentu ada dasar mengapa sang profesor berani menyatakan demikian, ini karena kaligrafi Cufic. Kalau memang benar, itu artinya pada era Khalifah Utsman, umat Islam telah menapakkan kaki di Amerika.

6. Tulisan “In the Name of Allah” juga ditemukan oleh Profesor Fell dan dianggap sebagai bukti selanjutnya akan Amerika negeri muslim yang dimurtadkan. Jika mengecek dan melihat secara hati-hati akan temuan prasasti tersebut, akan didapati kesimpulan bahwa memang benda tersebut tidaklah bergaya modern Arab dan malah mengandung gaya Cufic yang sangat ada hubungannya dengan gaya tulisan di abad ke-7.

7. Diketahui pula bahwa sebuah daerah di mana orang-orang Arablah penghuninya, diserang oleh Navajos dan Apache asli yang merupakan Athapcan Tribe. Sejumlah sekolah yang dibangun oleh orang-orang Arab dapat memesonakan para pribumi yang buta huruf, dan dari situlah tercipta subyek yang mirip serta binatang mitos hasil dari ubahan bentuk geometris yang kemungkinan dikerjakan dengan bantuan tawanan selama berabad-abad.

Masih ada banyak lagi bukti-bukti mengenai Amerika yang dulunya sebenarnya merupakan negeri Islam melalui penjelasan catatan sejarah. Benua Amerika adalah negeri muslim yang dimurtadkan atau mungkin lebih tepatnya disesatkan.

ISIS Eksekusi Warga Indonesia karena Dituduh Sebarkan AIDS


Suara.com - Kelompok radikal ISIS diberitakan mengeksekusi militannya asal Indonesia. Orang Indonesia itu dituduh menyebarkan virus AIDS lewat donor darah. Aksi dituduh dilakukan secara sengaja.


Daily Mail melansir, Selasa (23/6/2015), akibat donor darah itu, seorang militan lainnya terinveksi AIDS. Selain itu darah yang didonorkan orang Indonesia di Shaddadi, Provinsi Hasaka selatan itu menimbulkan kekhawatiran.


Kasus AIDS itu terdeteksi karena seorang militan ISIS asal Mesir terinveksi AIDS setelah berhubungan seks dengan seorang Yazidi berusia 15 tahun. Selain itu dua warga Arab Saudi juga terinveksi karena memperkosa perempuan itu.


Setelah itu, tes medis membuktikan ada yang terinfeksi AIDS setelah mendapatkan donor darah dari seorang militan ISIS asal Indonesia.


Penyelidikan menyebutkan orang Indonesia itu sudah menderita AIDS sebelum gabung dengan ISIS September lalu. Akibatnya dia dijatuhi hukuman mati atas tuduhan sengaja 'merugikan' anggota ISIS dengan sukarela menyumbangkan darahnya untuk pejuang yang terluka.


Penyelidikan lain difokuskan pada semua pejuang ISIS yang lain yang telah memperkosa perempuan Yazidi. Namun penyelidikan dan pemeriksaan medis dihentikan tak lama setelah seorang komandan ISIS yang juga memperkosa gadis itu. (Daily Mail)

3 Peran Margriet

ANGELINE DIBUNUH: Tersangka Agus Jujur, Ini 3 Peran Margriet

TEMPO.CO, Denpasar -Juru bicara Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Heri Wianto mengatakan keterangan tersangka pembunuh Angeline, Agustinus Tai, bisa menjadi alat bukti yang menyeret tersangka lain. Keterangan itu berasal dari hasil tes kebohongan pada 20 Juni 2015. "Agustinus merupakan saksi mahkota," kata Heri kepada Tempo, Selasa, 23 Juni 2015.

Dalam kasus kematian Angeline, hanya Agustinus yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuh bocah delapan tahun itu. Selama pemeriksaan berlangsung, ia semula mengaku sebagai pelaku yang menyebabkan Angeline tewas. Namun belakangan, Agustinus mengubah kesaksiannya dengan menyatakan Margriet Christina Megawe adalah pembunuh sebenarnya.




Heri menjelaskan, Agustinus alias Agus menjalani tes kebohongan yang diselenggarakan Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Republik Indonesia. Ia berujar, jawaban menunjukkan sebagian besar Agus berkata benar. Meski begitu, Heri enggan merincikan pertanyaan yang diajukan kepada pria yang pernah bekerja di rumah ibu angkat Angeline itu.


Pekan lalu, Agus membeberkan sejumlah pegakuan mengejutkan. Setidaknya ada 3 pengakuan yang menjadikan Margriet semakin terpojok dengan kematian Angeline:





1. Tuding Margriet Pembunuh

Dalam keterangan tambahannya pada Rabu, 17 Juni 2015, Agus mengaku bahwa Margriet yang membunuh anak angkatnya itu. "Waktu kejadian, M (Margriet) memanggil AG (Agus) untuk datang ke kamarnya dan mengaku ia membunuh Angeline," ujar pengacara Agus, Haposan Sihombing, kepada Tempo, Kamis, 18 Juni 2015.



Keterangan Agus kali ini memang berbeda dengan keterangan sebelumnya pada 10 Juni 2015, atau persis ketika Angline ditemukan membusuk di pekarangan rumah Margriet. Meski begitu, sejauh ini polisi masih menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline dengan sangkaan membunuh dan memperkosa.



Pengacara Margriet, Hotma Sitompoel, dalam sejumlah kesempatan membantah bahwa kliennya terlibat dalam kematian Angeline. Hotma berujar, keterangan Agustinus tak berdasarkan fakta. "Saya tak paham mengapa keterangan Agustinus dipertimbangkan meski tidak ada dukungan bukti," kata Hotma saat dihubungi, Selasa, 23 Juni 2015.  


2. Angeline Tewas di Kamar Margriet
Agustinus mengaku bahwa pembunuhan Angeline terjadi pada 16 Mei 2015. Sekitar pukul 09.30 Wita, Agus mendengar teriakan Angeline dari kamar Margriet. Agus mendengar teriakan Angeline, "‘Mama, lepaskan aku’," kata pengacara Agus, Haposan Sihombing, menirukan cerita kliennya. Teriakan itu hanya berlangsung sekali tapi terdengar sangat keras.
Saat itu, menurut Haposan, Agus berada di kamarnya. Lantas, beberapa saat setelah teriakan Angeline, Margriet memanggilnya. Agus kemudian masuk ke kamar Margriet. Di dalam kamar itu, Agus melihat Angeline sudah dalam keadaan sekarat dengan posisi telentang.  tubuh Angeline banyak yang membiru. Bahkan kepalanya terlihat berdarah.

Hotma menyangkal tudingan Agus. Menurut Hotma, cerita sebenarnya, Agus meminjam pensil ke Angeline untuk membuat surat yang akan dikirimkan kepada keluarga di Sumba. Sekitar 30 menit kemudian, Angeline mendatangi Agus untuk meminta pensil itu.
Agus mengembalikannya. Saat akan keluar kamar Agus, Angeline berkata, "Kata Ibu (Margriet) 'kerja kamu enggak becus' kepada Agus. Akibatnya, Hotma berujar, Agus naik pitam. Agus lalu memukuli Angeline dan membenturkan kepalanya ke tembok sampai tewas. "Tidak ada kejadian di kamar Margreit," kata Hotma.

3. Kubur Kaos Bersama Angeline
Ternyata sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi dalam lubang tempat Angeline dikubur tidak hanya sprei dan boneka, namun terdapat juga baju kaus dan celana panjang yang sedang dikenakan Agus. Pengacara Agus, Haposan Sihombing mengungkap saat itu Agus dipanggil oleh Margriet yang berada di dalam rumah.
 Di dalam kamar, tubuh Angeline sudah sekarat. Margriet kemudian memerintahkan pemuda asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Tmur, itu untuk melepaskan baju kaus yang sedang dia pakai. Berdasarkan pengakuan Agus, kata Haposan, Margriet memerintahkan Agus menguburkan kaus dan celana yang sedang dipakainya itu bersama tubuh Angeline dalam satu liang lahat.
Pengacara Margriet, Hotma Sitompoel, tentu saja membantah tudingan Agustinus yang menyebut ibu angkat Angeline itu memerintahkannya mengubur kaus dan celana yang sedang dipakainya bersama jenazah Angeline. "Itu keterangan absurd," kata Hotma.
 LINDA HAIRANI | AVIT HIDAYAT | BC
sumber: s