بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Monday, June 2, 2014

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif


Anak hiperaktif memang perlu pengawasan ekstra bagi beberapa orangtua. Pasalnya, anak hiperaktif hampir tidak bisa berhenti bergerak sama sekali dan hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi orangtua.
Namun, perlu Anda ketahui bahwa anak hiperaktif bisa menjadi salah satu gejala anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Ada baiknya untuk  mengkonsultasikan ke ke dokter agar dapat mengetahui lebih lanjut apakah anak anda tergolong hiperaktif.  Selain dengan berobat rutin ke dokter anak, Anda juga bisa mengatasi anak hiperaktif dengan beberapa tips berikut. Diantaranya:

 • Membatasi perilaku tapi tidak memberikan tekanan
Anak-anak tergolong tidak bisa diatur atau sulit diatur. Jangan melarang apa yang harus dilakukan anak, tetapi batasi perilaku anak yang dianggap dapat membahayakannya. Anak-anak tetap mempunyai hak untuk melakukan sesuatu, tetapi selalu pantau anak dengan segala kegiatannya.

• Mencari tahu tentang hiperaktif itu sendiri
Dengan mencari tahu tentang hiperaktif, Anda akan lebih bisa mengontrol dan banyak belajar untuk mengahadapi anak hiperaktif. Anda juga dapat bergabung dalam suatu komunitas hiperakif atau organisasi sejenis untuk mendapatkan pengetahuan lebih jelas.

• Tetap tenang
Anda harus tetap tenang. Jika Anda marah dengan yang dilakukan anak, maka kemarahan si kecil akan memuncak dan tak terkendali. Berdebat atau bertengkar dengan anak tidak akan mendapatkan jalan keluar atas yang Anda alami. Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan rumah tangga secara bersama-sama. Hal tersebut untuk mengalihkan kemarahan anak yang semakin parah.
 
 • Biarkan anak memilih pilihannya sendiri
Untuk membantu mengajarkan anak dapat mengontrol dirinya sendiri, Anda harus memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan menghadapi berbagai pilihan. Dengan begitu, Anda dapat mengarahkan anak untuk dapat memilih mana yang benar dan tidak. 
 
 Menangani anak hiperaktif memang tidak bisa dipelajari begitu saja, dan hal tersebut bukan hal yang mudah. Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu si kecil mengarah pada perilaku yang lebih baik dan dapat mengontrol dirinya sendiri. Jangan lupa tetap kontrol rutin ke dokter anak anda.
 
Review oleh :dr. Cynthia Utami, Sp.A

Carlo Ancelotti Beberkan Tingkah Laku Pemain Real Madrid Di Ruang Ganti



Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menceritakan tingkah laku unik yang dilakukan oleh para pemainnya di ruang ganti. Mulai dari Sergio Ramos hingga Marcelo, Ancelotti menuturkan siapa saja pemain yang paling disiplin, paling lucu, dan yang punya nafsu makan besar.

“Pemain yang terakhir meninggalkan ruang ganti sebelum laga dimulai adalah Sergio Ramos. Lalu ada Xabi Alonso yang paling disiplin di ruang ganti. Marcelo adalah yang paling lucu. Selera humornya tinggi,” ujar Ancelotti kepada Telecino

“Dan siapa yang paling banyak makan? Tak diragukan lagi, saya harus menyebut Isco yang punya nafsu makan paling besar,” ucap pelatih berusia 54 tahun ini.

Ancelotti pun mendoakan para pemainnya tersebut untuk tampil bagus di Piala Dunia 2014, namun sebagai orang Italia, tentu saja ia berharap agar Azzurri yang menjadi juara dunia. 

“Musim yang panjang telah berakhir dan semoga para pemain Madrid sukses di Piala Dunia, namun saya masih setia mendukung Italia!”


http://www.goal.com/id-ID

Alasan Polisi Hentikan Penjualan Tiket One Direction

KAPANLAGI.COM - Penjualan tiket One Direction yang dilakukan pihak promotor secara offline, terpaksa harus dihentikan karena tidak mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian.
Menurut pihak berwajib, karena melibatkan massa yang banyak, sebuah kegiatan harus memiliki surat izin keramaian. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat.
"Karena memang tidak ada pemberitahuan dari pihak promotor (Ismaya) kalau ada keramaian seperti ini, maka dari itu kami berhentikan dari pada nanti semakin parah antreannya," kata Wahyu di Kota Kasablanka, Sabtu (31/5).
Pihak berwajib mengaku akan melakukan koordinasi dengan penyelenggara terkait penjualan tiket berikutnya. Meningat animo akan One Direction sangat besar yang membuat Polisi khawatir akan ada kerusuhan.
"Alhamdulillah mereka mau mendengarkan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait (Ismaya) karena sebelumnya kami belum mendapatkan surat izin. Seperti ini kan animonya sangat besar," tandasnya.
(kpl/ato/faj)

Jakarta Ternyata Punya Sawah Abadi


TEMPO.CO, Jakarta - DKI Jakarta ternyata punya area persawahan yang cukup luas. Pemerintah Provinsi DKI membeli sekitar 20 hektare lahan di Cakung, Jakarta Timur, untuk dijadikan sawah abadi. Area persawahan ini mencuat setelah Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mengungkap adanya dugaan korupsi dalam pembeliannya.
Tempo berusaha mendatangi area persawahan abadi tersebut. Rupanya, cukup sulit untuk bisa menjangkau kawasan ini. Letak sawah abadi ini berada di Kelurahan Ujung Menteng, tepat di sisi barat Kanal Banjir Timur.
Dari kawasan Kanal Banjir Timur dapat dilihat bentangan sawah hijau yang luas. Namun tak ada akses untuk bisa ke sana dari kawasan ini. Akses masuk ke area persawahan tersebut ternyata harus melewati Perumahan Metland Menteng, Cakung.
Saat Tempo datang, jalan menuju sawah abadi itu terpasang portal di kedua ruas jalan yang memiliki lebar sekitar 5 meter. Portal itu pun digembok. Tidak hanya portal, petugas keamanan Perumahan Metland Menteng juga menjaganya dari balik pagar perumahan tempatnya bekerja.
"Mau kemana? Ada keperluan apa? Apa Anda dari pemerintah?" tanya seorang petugas satpam kepada Tempo. Satpam itu kemudian membolehkan masuk karena sebelumnya ada petugas dari Dinas Pekerjaan Umum yang datang untuk meninjau sawah abadi itu.
Setelah membukakan gembok portal, satpam itu kemudian menutup rapat-rapat lagi portal itu. Sekitar 200 meter dari portal itu, mulai tampak area persawahan. "Iya, ini sawah abadi yang dikelola oleh Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan," kata Muhammad Sidik yang sedang mengangon belasan kambingnya, Sabtu, 31 Mei 2014.
Menurut pria berusia 66 tahun itu, sawah abadi itu membentang dari Ujung Menteng hingga memasuki wilayah Tambun Selatan dan Tambun Rengas. "Saya rumahnya di sebelah sana, masuk daerah Tambun. Saya masuk ke sini ya lewat kampung," ujarnya.
Ketatnya penjagaan pintu masuk, tutur dia, disebabkan ruas jalan di pinggir sawah abadi itu sering digunakan balapan liar. "Biar enggak ada yang balapan, jadi enggak sembarang orang masuk."
Berdasarkan pantauan Tempo, lahan 20 hektare itu mayoritas ditanami padi. Namun masih tampak beberapa ilalang dan pohon pisang di tepi sawah. "Ada yang nanam timun suri, tapi enggak banyak. Kalau sebelah sana, ada yang ditanam sama pemerintah, tapi kebanyakan kangkung," kata Sidik.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur kembali menemukan adanya dugaan korupsi dalam proyek yang dikerjakan Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur pada 2012, yakni pembangunan sawah abadi di Cakung, senilai Rp 8 miliar. Padahal, Kepala Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur Bambang Wisanggeni baru saja ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembangunan hutan kota di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, yang juga dibangun pada 2012.

Dukungan untuk PM Thailand yang Dilengserkan

Labirin Longleat Hedge, Labirin Terumit di Dunia

Tertantang Untuk Masuk ke Labirin Terumit di Dunia Ini?

dreamersradio.com - Senang menguji kecerdasan dengan menjelajahi labirin? Labirin Longleat Hedge, Inggris inilah tempatnya. Tak hanya menjadi labirin terumit di dunia, labirin dengan panjang 2,72 km dengan pagar tanaman yang lebih tinggi dari orang dewasa ini juga dinobatkan sebagai labirin terpanjang di dunia. Wow!
Taman ini dibangun di atas lahan seluas 0,6 hektar dengan menggunakan 16.000 pohon yew. Labirin Longheat didesain oleh Greg Bright pada tahun 1975. Tidak seperti labirin lain, labirin ini 3 dimensi! Jika ingin bertualang dalam labirin ini, kita harus mencapai ke titik pusat dimana terdapat sebuah menara. Bingung dan pusing sudah pasti.
Tapi untuk memudahkan para wisatawan, di area labirin ini juga disediakan 6 jembatan kayu yang bisa digunakan untuk mengintai. Dari menara tersebut, kita bisa melihat semua jalur yang ada. Sampai di menara pantau, itu berarti kita sudah bisa menaklukan labirin terpanjang ini.
Tidak cuma labirin, di Longleat juga terdapat Taman Safari, Adventure Park, Longleat House, merasakan suasana Afrika di Overseas Safari Longleat, dan masih banyak lagi fasilitas Longleat yang bisa kita nikmati. Untuk bermain di Longleat, kita perlu mengeluarkan kocek 25,07 Poundsterling (Rp 400 ribu) untuk dewasa, 17,85 Poundsterling (Rp 275 ribu) untuk anak-anak, dan 19,55 Poundsterling (Rp 300 ribu) untuk lansia.
Gimana Dreamers, ada yang tertarik ‘uji nyali’ di sini? (ctr/atlasobcura)

Warga Setempat Tidak Tahu Rumah Nomor 32 Didiami Jokowi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden yang diusung oleh poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo pascanonaktif dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta resmi melepas sejumlah fasilitas Pemprov DKI, salah satunya rumah dinas kegubernuran di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut informasi yang dihimpun, pria yang akrab disapa Jokowi ini akan tinggal di suatu rumah yang berada di Jalan Sawo Nomor 32, RT 04/03, Menteng, Jakarta Pusat.
Sesuai penelusuran Tribunnews.com, rumah tersebut bertembok putih dan kurang terawat. Tidak tingkat dan tidak sebesar tetangga di kanan dan kirinya. Terpantau masih banyak rumput-rumput liar yang tumbuh di konblok yang ada di dalam pagar.
Rumah tersebut lebarnya sekitar 20 meter. Memiliki halaman depan yang ditanami oleh pohon kamboja yang telah berbunga berwarna merah muda. Memiliki satu garasi dengan pintu berwarna cokelat dan satu pintu masuk yang menghadap ke halaman.
Rumah tersebut tidak tingkat. Bangunan tersebut ditutupi genteng berwarna merah kecokelatan. Di sebelah kirinya, terdapat rumah dinas Duta Besar Sudan untuk Indonesia yang bertingkat dua.
Terpantau juga beberapa aktivitas, yaitu dua tukang kebun yang tengah memotongi rumput di halaman depan. Namun dua orang itu enggan berbicara sepatah kata pun.
Saat ditanya ke beberapa warga sekitar, tidak ada yang mengetahui bahwa rumah kontrakan tersebut akan ditempati oleh seorang capres. Bahkan, satpam yang biasa berjaga di RT ini tidak begitu memahami mengenai tempat tinggal Jokowi.
"Saya cuma denger saja mas. Belum tahu. Belum ada laporan soalnya. Saya malah tahunya bakal nempatin rumah di Jalan Sukabumi," kata seorang satpam itu.
Namun, tidak lama terlihat seorang pengawal pribadi Jokowi dari sela-sela pagar. Ia tidak banyak bicara mengenai keberadaan rumah itu. "Nanti malam baru ditempati," katanya.

Lima Alasan Menonton "Edge of Tomorrow"

Film “Edge of Tomorrow” (2014) boleh jadi punya premis yang secara instan mengingatkan penontonnya akan sederetan film lain. Meski demikian, film yang disutradarai Doug Liman ini terasa jauh dari kesan derivatif. Di sini, Tom Cruise dan Emily Blunt berdansa dengan takdir dan kematian dalam pengulangan hari tanpa akhir di ujung sebuah perang besar yang akan menentukan nasib umat manusia. Hasil akhirnya merupakan koreografi yang menggabungkan antara film fiksi ilmiah, aksi, thriller, dan komedi dengan takaran yang pas. Tapi, kalau Anda belum yakin kalau “Edge of Tomorrow” merupakan film paling tepat untuk disaksikan pekan ini, faktor-faktor apa saja yang bisa membuat Anda berubah pikiran? Berikut adalah lima alasan menonton “Edge of Tomorrow”.
1. "All You Need is Kill"


Sebelum ganti judul menjadi “Edge of Tomorrow”, film besutan Doug Liman ini punya judul “All You Need is Kill”, sama dengan judul novel yang menjadi dasar adaptasi kisahnya. Novel karya Hiroshi Sakurazaka ini diterbitkan tahun 2004 di Jepang dan punya banyak pembaca, termasuk setelah kisahnya diangkat dalam bentuk manga oleh Ryōsuke Takeuchi dan Takeshi Obata. Dante Harper yang tidak mendapat kredit di filmnya merupakan penulis draft pertama “All You Need is Kill”—naskah yang mendapat tempat prestisius dalam daftar The Black List tahun 2010. Untuk mengembangkan cerita dan menguatkan hubungan antara William Cage (Tom Cruise) dan Rita Vrataski (Emily Blunt), Christopher McQuarrie direkrut untuk merevisi naskahnya, sampai akhirnya berubah menjadi seperti sekarang.



Di luar beberapa perubahan yang dibuat McQuarrie, benang merah dari “All You Need is Kill” dan “Edge of Tomorrow” tetap sama. Cerita mengenai pertarungan antara umat manusia dengan alien yang dinamakan Mimics ini mirip gabungan kisah antara “Groundhog Day” (1993) serta “Starship Troopers” (1997). Bedanya, bila versi filmnya bertempo cepat dan lebih banyak berpindah-pindah lokasi, versi novelnya lebih banyak menghadirkan sang protagonis, Kiriya Keiji, berlatih berulang-ulang sampai dirinya mahir menghadapi serangan Mimics. Selain itu, novel Sakurazaka juga lebih banyak mengekplorasi perasaan Keiji sebagai mesin pembunuh yang kesepian, dan tentunya dihadang oleh keputusan pahit yang tidak dapat dielakkannya sebagai implikasi dari kemampuannya untuk mengulang-ngulang hari.



Bila Anda telah membaca dan menyukai “All You Need is Kill”, “Edge of Tomorrow” patut dipertimbangkan untuk ditonton. Dengan gabungan dari sebagian jalinan cerita dari Sakurazaka dan penyutradaraan dinamis dari Liman, film ini sungguh tidak mengecewakan sebagai sebuah thriller aksi. Tetapi, kalau Anda belum pernah mendengar tentang novelnya sama sekali, Anda tetap dapat sepenuhnya menikmati jalan ceritanya, meski rasa dan hasil akhir keduanya punya perbedaan signifikan.




2. Doug Liman



Kalau Anda sudah pernah menonton dua karya Liman yang paling terkenal, “The Bourne Identity” (2002) serta “Mr. & Mrs. Smith” (2005), Anda sudah bisa membayangkan kira-kira seperti apa bentuk dari film yang ingin disajikan sang sutradara dalam “Edge of Tomorrow”. Dengan premisnya yang unik mengenai seorang pria yang terjebak harus mengulang-ngulang waktu di ujung sebuah peperangan besar, Liman menggunakan bahan yang dimilikinya untuk membuat “Edge of Tomorrow” menjadi kisah dengan laju cepat yang lucu, dan sama sekali tidak terasa repetitif.



Meski sudut pandang Bill Cage mayoritas diperoleh dari garis depan, film besutan Liman ini tidak terasa seperti memuja kekuatan militer. Justru, Cage dan Vrataski lebih banyak mengambil gerakan taktis memanfaatkan informasi yang mereka miliki untuk mengalahkan musuh. Tapi, tentu saja ketika dibutuhkan, exosuit dan seluruh persenjataan yang mereka miliki tidak hanya sekadar jadi pajangan—termasuk pedang panjang Vrataski yang diadaptasi dari versi Sakurazaka yang tadinya merupakan kapak raksasa bermata dua. Secara visual, Liman dan tim VFX-nya juga memanfaatkan dengan baik bujet filmnya untuk menghadirkan adegan perang dan juga desain Mimics dengan baik, meski dengan pergerakan kamera yang cepat, beberapa adegannya terasa cukup menganggu bila disaksikan dalam format 3D.




3. Tom Cruise



Edge of Tomorrow
Baik dalam novel Sakurazaka, manga dari Takeuchi dan Obata, serta naskah dari Harper, Bill Cage merupakan prajurit muda yang tidak punya pengalaman tempur sama sekali. Tetapi, ketika Tom Cruise dipilih sebagai pemeran utama dalam “Edge of Tomorrow”, perombakan cerita jelas perlu dilakukan untuk mengakomodasi Cruise yang sudah berusia 51 tahun ke dalam peran yang harusnya diperuntukkan bagi aktor yang usianya setengah darinya. Tentu, di luar persoalan integritas cerita, lebih mudah untuk melihat pemilihan Cruise sebagai kalkulasi bisnis yang masuk akal.


Walaupun publik mungkin sudah menganggap konsep bintang film sebagai sesuatu yang usang, Cruise yang merupakan salah satu bintang besar terakhir Hollywood selalu konsisten mengangkat filmnya di atas ambang batas rugi. Beberapa film terakhir dengan Cruise sebagai bintang utama, “Oblivion” (2013), “Jack Reacher” (2012), dan “Mission: Impossible – Ghost Protocol” (2011) secara konsisten mencetak angka debut sekitar 15 sampai 40 juta dolar. Karena itu, jauh lebih aman untuk mempercayakan posisi pemeran utama dalam sebuah film berbiaya pembuatan 175 juta dolar di tangan seorang bintang yang sudah teruji.



Bila Anda merupakan penggemar Tom Cruise, tentu ini tak masalah. Apalagi, dalam “Edge of Tomorrow”, Cruise memberikan salah satu penampilannya yang paling solid dan menghibur. Bila Anda kurang sreg dengan Cruise, Anda juga tetap dapat menikmati penampilannya, karena seperti yang dikatakan oleh Liman sendiri, dalam film ini Cruise tampil babak belur, mati puluhan kali, dan tidak seperti karakter heroiknya yang biasa, kali ini ia hadir sebagai prajurit pengecut yang hanya memikirkan diri sendiri.




4. Emily Blunt



Emily Blunt
Kalau dalam kisah ini Tom Cruise menempati posisi Bill Murray di “Groundhog Day”, maka Emily Blunt bisa dibilang berada di posisi yang sama seperti Andie MacDowell. Tetapi, Blunt sebagai Rita Vrataski bukan hanya sosok wanita yang hadir untuk diselamatkan oleh Cage, dan juga tidak hanya jadi obyek untuk dirayu berpuluh-puluh kali. Vrataski yang mengenakan exosuit merah dan menyandang pedang panjang adalah pejuang yang setara dengan Cage di medan perang. Ikatan antara Cage dan Vrataski pun bukan sesuatu yang dipaksakan, namun berjalan perlahan.


Blunt yang pertama kali mencuri perhatian melalui “The Devil Wears Prada” (2006) memang sudah banyak hadir dalam film yang mayoritas adalah drama percintaan. Tapi, baru kali ini penonton dapat melihat bahwa Blunt tidak kikuk berperan dalam sebuah film aksi di mana ia harus mengenakan kostum seberat hampir 50 kilogram dalam syuting yang berjalan berbulan-bulan. Meski perannya tentu saja sekunder di samping Cruise, Blunt tidak hanya tampil sebagai pemanis, tetapi menjadi bagian penting dari filmnya. Kemampuannya untuk menarik simpati membuat penonton menyukai sosok Vrataski yang tangguh dan tidak suka basa-basi, sehingga keselamatan Vrataski sampai akhir cerita merupakan sesuatu yang krusial bagi penonton, serta membuatnya tak hanya sekadar jadi sosok love interest.




5. Humor



Dengan tipe film seperti “Edge of Tomorrow”, penonton tentu masuk ke bioskop dengan ekspektasi akan menonton sebuah film aksi yang seru. Tetapi, yang mungkin tidak disangka, di luar kapasitasnya sebagai sebuah film aksi invasi alien yang solid, “Edge of Tomorrow” juga merupakan film dengan selera humor yang kental. Aksi Cage dan Vrataski sebagai pahlawan pembasmi alien tidak hanya jadi kisah muram standar film-film tentang kehancuran dunia. Ada kekonyolan tersendiri yang dihadirkan dari rasa frustasi Cage ketika dirinya harus bolak-balik bangun-berlatih-mati sampai hidup lagi, dan mendapati bahwa ia terus-terusan kembali membuka matanya di lapangan yang sama beberapa jam sebelum dirinya dipastikan akan tewas lagi di medan perang.



Kelucuan yang hadir juga tak hanya disampaikan secara verbal, tapi juga hadir melalui berbagai skenario konyol yang diambil Cage demi memuluskan rencana latihannya, serta karena dirinya mati berulang-ulang dengan cara yang sering kali tidak elegan. Hal ini untungnya dibantu dengan penampilan Cruise yang tampak sangat nyaman berperan sebagai Cage dengan berbagai perangai bodohnya yang membuat penampilannya kali ini terasa berbeda dari kebanyakan lakonnya di film-film yang lalu sebagai sosok jagoan tanpa cela.

s

Friday, May 30, 2014

Anggun Mempesona di World Music Awards 2014

Anggun menghadiri ajang penghargaan World Music Awards 2014 di Sporting Monte-Carlo pada 27 Mei 2014 di Monte-Carlo, Monaco.


Anggun
Anggun
Anggun

s


Training Kit Liverpool 2014-2015 Berlogo Garuda Indonesia


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejalan dengan upaya Garuda Indonesia meningkatkan brand awareness di tingkat global untuk menjadikan Garuda "Global Player", pada Kamis (29/5) Garuda Indonesia dan Liverpool FC meresmikan "Training Kit" baru dengan logo Garuda Indonesia.
Peresmian "Training Kit" tersebut merupakan bagian dari pengembangan kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Liverpool FC pada 2012 lalu dan training kit tersebut akan dipergunakan oleh seluruh pemain dan staf kepelatihan Liverpool FC untuk musim 2014/2015 dan musim 2015/2016.
Pelaksanaan peresmian "Training Kit" Liverpool FC tersebut dihadiri oleh Director of Internastional Business Development Liverpool FC, Jonathan Kane, Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan disaksikan juga oleh tiga pemain legendaris Liverpool FC, yaitu Phil Thompson, Dietmar Hamann dan Luis Garcia bertempat di Tribeca Park, Centrak Park Mall, Jakarta.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengungkapkan kegembiraannya atas terlaksananya peresmian "Training Kit" khusus Liverpool FC dengan logo Garuda hari ini. "Setelah menjalin kerja sama sejak 2012 lalu sebagai "Official Global Airline Sponsor", melalui pengembangan kerja sama ini, Garuda Indonesia menjadi "Official Global Airline Partner of Liverpool FC" untuk periode musim liga Inggris tahun 2014/2015 dan tahun 2015/2016"
Director of international business development liverpool FC, Jonathan Kane mengungkapkan rasa bangga atas peresmian 'Training Kit" Liverpool FC ini. "Kami bangga dapat bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan menjadi sponsor resmi pada training kit liverpool FC. Fans Liverpool di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia dan kerja sama ini dapat lebih menghubungkan kami dengan para fans Liverpool FC yang tersebar di seluruh dunia khususnya di Indonesia," ungkap Jonathan Kane.
Seluruh fans Liverpool FC di Indonesia kini dapat dengan mudah mendapatkan training kit tersebut, karena garuda Indonesia juga menjualnya di Garuda Indonesia and Liverpool FC Experience yang berlokasi di Mal Senayan City Jakarta di sales on board seluruh penerbangan Garuda Indonesia baik domestik maupun internasional, baik dengan pembelian secara cash maupun pembelian dengan menggunakan Garuda Miles Milage.
Kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Liverpool FC merupakan salah satu bagian dari strategi Garuda Indonesia untuk meningkatkan brand awareness di tingkat global melalui Liverpool FC yang sudah kuat dan sebagai salah satu klub dunia yang memiliki fans terbanyak di dunia.
Selain menjadi sponsor utama untuk "training kit" Liverpool FC, pengembangan kerja sama tersebut juga dilakukan dengan meningkatkan durasi tayang brand/logo Garuda Indonesia pada "Light Emitting Diode (LED)" di sisi lapangan Stadioon Anfield pada setiap pertandingan yang dilaksanakan Liverpool FC sepanjang musim 2014/2015 hingga musim 2015/2016, yang ditayangkan oleh seluruh statsiun televisi dunia dari sebelumnya sepanjang 6 menit menjadi 8 menit per pertandingan.
Sebelumnya pada Juli 2013 lalu, Garuda Indonesi juga telah menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan "Liverpool FC Pres Season Tour 2013" yang dilaksanakan di tiga kota Asia dan Australia, yaitu Jakarta (Indonesia), Melbourne (Australia), dan Bangkok (Thailand), dengan menjadi "Official Global Airline Partner of Liverpool FC".
Bersamaan dengan pelaksanaan "Pre Season Tour 2013" pada Juli tahun lalu, Garuda Indonesia dan Liverpool FC juga menerbitkan "Co-branding" kartu Garuda Frequent Flier "Garuda Indonesia - Liverpool Football Club (GFF - LFC) Edition Card" berdesign khusus yang diperuntukkan bagi para pelanggan Garuda Indonesia dan fans Liverpool FC. Untuk mendapatkan kartu tersebut, fans Liverpool FC dapat menyampaikan pendaftaran hingga Desember 2014.
Garuda Indonesia akan membuka penerbangan non stop ke Eropa yaitu ke Amsterdam pada 30 Mei mendatang dan ke London pada 8 September mendatang, menggunakan pesawat terbaru "state of art" Boeing 777-300 ER yang dilengkapi dengan layanan "first class". Penerbangan langsung ini diharapkan dapat mempersingkat waktu dan memberikan kenyamanan lebih bagi fans LFC yang akan berkunjung ke Anfield, Liverpool maupun bagi pebisnis Indonesia yang akan terbang ke Eropa.