بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Rochmany's Blog
Go Green

Clock Link

Saturday, October 27, 2012

Jalan Sehat Menyusuri Tembok Raksasa Cina


Tembok Raksasa Cina adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Beijing. Lokasinya yang agak jauh di pinggir kota memang merepotkan. Awalnya, saya sempat kebingungan karena tidak tahu transportasi apa yang nyaman untuk mencapai Tembok Raksasa ini. 

Setelah cek-cek ombak lewat internet dan konsultasi dengan beberapa teman di komunitas perjalanan, akhirnya saya memilih menggunakan jasa tur. Beruntung, pilihan jasa tur keliling satu hari banyak. Malah, bisa pesan langsung di tempat. Baik hotel mewah maupun kecil menyediakan jasa ini. 


Struktur tembok pun mengikuti bukit. (Syanne Susita)
Kisaran harganya sekitar Rp300 ribu. Harganya cukup terjangkau, mengingat harga itu mencangkup transportasi keliling tidak hanya ke Tembok Raksasa, tetapi beberapa tempat lain. Dan sudah termasuk tiket masuk ke tempat wisata dan makan siang dan malam di restoran. 

Hal menyenangkan lainnya adalah selama perjalanan kita akan bertemu dengan tamu lain yang biasanya datang dari berbagai negara. Jadi, selama perjalanan, obrolan pun pasti akan lebih menarik.

Sekitar jam 8 pagi, mobil van berisikan sekitar 12 penumpang sudah menunggu di depan hotel. Di hotel ini, ternyata yang mendaftar tur cukup banyak. Jadi, begitu jalan, van langsung penuh. Hanya mampir satu hotel lagi untuk menjemput peserta tur dan semua bangku terisi penuh.


Bagi yang menjelajah Tembok Raksasa di musim dingin, bersiaplah dengan topi wol sebagai penghangat kepala. (Syanne …
Tujuan pertama adalah Badailing. Sepanjang jalan menuju tembok, pemandangan di kanan dan kiri cukup menakjubkan. Bukit yang berundak-undang dan kadang-kadang terlihat penampakan Tembok Raksasa. Berhubung saya berkunjung pada musim gugur, ranting-ranting pepohonan di sekitar bukit pun gundul tanpa dedaunan. Di beberapa tembok pun terlihat gumpalan salju.

Berhubung Badailing adalah titik wisata untuk menjelajah Tembok Raksasa yang paling populer, setiba di sana saya agak terkejut melihat betapa ramainya turis yang berkunjung. Sebelum turun dari mobil, pemandu tur yang sekaligus sopir van ini langsung memberi wanti-wanti kalau jika ingin menjelajah tembok sampai di titik terakhir yang diperbolehkan harus yakin kalau fisiknya kuat. 

Rupanya, karena tembok dibangun di atas bukit, maka struktur tembok pun mengikuti bukit. Termasuk naik turunnya. Jadi, judulnya kaki harus kuat menapaki tangga yang kadang menukik tinggi atau undakan tangga satu dengan yang lain cukup jauh.

Hampir sebagian rombongan memutuskan untuk menjelajah tembok. Saat menyelusuri tembok, saya akhirnya bisa mengerti kenapa tembok ini bisa masuk dalam tujuh keajaiban alam di dunia. Dengan postur tubuh orang Cina yang lebih kecil dan ramping, sangatlah menakjubkan mereka bisa membuat tembok sebesar dan sekokoh ini. 

Apalagi, para tentara yang setiap harinya bertugas menjaga di tiap-tiap menara. Betapa kuatnya stamina mereka karena setiap hari harus menyusuri tembok dan tangga-tangga curam ini. Saya pun langsung menghubungkan ini dengan ilmu meringankan tubuh yang sering ditemui dalam kisah kungfu/silat klasik Tiongkok. 

Jika ingin mendapatkan gambar bagus, Tembok Raksasa ini memang ternyata harus berani dan kuat fisik hingga titik terakhir. Soalnya, tidak semua orang yang kuat mencapai titik terakhir itu. Sehingga saat mengambil gambar, komposisi pemandangan pun sepenuhnya bersih pada lekukan tembok tanpa tercemari oleh lalu-lalang pengunjung. Di titik terakhir ini, suhu udara pun lebih dingin. 

Jadi, bagi yang menjelajah Tembok Raksasa di musim dingin, bersiaplah dengan topi wol sebagai penghangat kepala dan sarung tangan. Berhubung kita berjalan menyusuri tembok, menggunakan jaket terlalu tebal justru akan merepotkan. Badan akan panas saat jalan sehat menyusuri tembok.

Di sepanjang tembok, banyak juga penjaja minuman dan cendera mata. Untuk yang terakhir ini, sebaiknya dibeli saat mau turun atau kembali ke titik awal saja agar tidak memberatkan. Sebagai tempat yang paling ramai dikunjungi turis, jalur luncur sepanjang 1 kilometer bagi pengunjung yang kelelahan dibangun juga di sisi samping tembok,. 

Hanya dengan membayar sekitar 30 yuan, kita bisa kembali tanpa harus menjelajahi tangga-tangga curam tadi dan meluncur cepat hingga tiba di titik awal.

Perlu Beretika di Media Sosial

sumber: yahoo.com

Pengguna atau penikmat media sosial cenderung merasa bebas berekspresi di ruang maya. Dari mengkritik perilaku orang lain, mengunggah gambar-gambar korban kecelakaan atau berbau pornografi, menulis kabar bohong, melecehkan orang lain, hingga menyampaikan hal yang sifatnya melanggar privasi. Bagaimana sebenarnya beretika di media sosial?


Pengguna ataupun penikmat media sosial cenderung merasa bebas berekspresi di ruang maya. (iStockphoto)Etika dalam bersosial di media seperti itu sebenarnya sama dengan kehidupan sehari-hari. “Saya kira semua orang paham etika kehidupan sehari-hari, dan itu tinggal diimplementasikan dalam bersosial media,” kata Didi Nugrahadi dari SalingSilang.com.

Kendati demikian, dia menegaskan, tidak ada keharusan mematuhi etika dalam bersosial media. “Contoh sederhana, ketika saya sedang meeting dengan tiga orang teman di resto. Lalu ada salah satu dari kita bertiga nge-tweet,‘Guelagi meeting di restoran ini sama si A, B, dan C’. Menurutku apa yang dilakukan sudah melanggar privasi,” kata Didi.

Sebab, belum tentu semua orang mau dipublikasikan di media sosial. Meski demikian, tak bisa memberi sanksi kepada pelaku, karena sejak awal tidak ada kesepakatan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan teman-teman.

Kalaupun ada sanksi, lanjutnya, sifatnya sanksi sosial. “Orang tersebut dengan sendirinya akan tersingkir dari lingkungan sosial media,” ujar Didi. Tapi jika orang yang merasa dirugikan ingin sanksi hukum, bisa melaporkannya ke pihak berwajib.

Bentuk sanksi sosial bisa berupa protes maupun tidak melibatkannya lagi dalam kehidupan media sosial maupun kehidupan nyata. “Misalkan di-publishseperti itu, saya pasti langsung protes. Saya pasti kasih tahu dia bahwa saya tidak suka, dan belum tentu semua orang mau di-publish. Jika pada meeting berikutnya dia masih melakukan itu, maka di hari berikutnya saya tak mau meeting dengan dia,” jelas Didi.

Didi menambahkan, setiap orang, baik tertib dan tidak tertib pasti punya perasaan untuk mengukur apakah yang dilakukan benar atau tidak.

Sebagai orang yang aktif di media sosial, Didi mengaku punya rambu tersendiri. “Kalau adatimelineyang menurutku menyinggung perasaan orang lain, pasti saya langsungmutesupaya nggak kelihatan dan aku nggakfollowlagi,” kata Didi yang yakin lebih banyak orang positif di media sosial. Buktinya, media sosial masih tetap ada hingga sekarang.

Menurut Yandi Rofiyandi, Editor di Tempo.co, sebenarnya saat ini pengguna internet atau media sosial di Indonesia sudah mulai dewasa. Mereka bisa memilah mana yang baik dan tidak baik untuk di-postdi media sosial.

“Umumnya masyarakat sudah punya filter sendiri, tanpa harus ada aturan baku. Karena sejauh ini belum ada UU Sosial Media selain UU tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” katanya.

Yandi sependapat dengan Didi, bersosial media ataupun berselancar di internet kurang lebih sama dengan bersosialisasi di kehidupan nyata. “Jadi apa yang menjadi acuan kita dalam berinteraksi di kehidupan nyata, tentu juga bisa kita terapkan dalam berinteraksi di sosial media,” jelasnya.

Walau begitu, Yandi tidak memungkiri, media sosial maupun internet sangat memungkinkan orang untuk berbuat semaunya dan bertindak di luar aturan kehidupan sehari-hari meski presentasenya sedikit.

“Namun kita tidak bisa memvonis, orang yang dalam pergaulan nyata dikenal nakal sudah pasti nakal juga saat bergaul di media sosial. Sebab, ada orang yang yang dalam kehidupan nyata asyik diajak bergaul tapi di media sosial terkesan tidak asyik,” kata Yandi.

Ada pula orang pendiam tapi rajin nge-tweet, malah cenderung ‘bawel’ di Twitter. “Memang belum ada penelitian tentang hal itu, tapi kalau kita bicara berdasarkan asumsi kebanyakan orang, maka bisa disimpulkan bahwa etika seseorang dalam kehidupan nyata akan memncerminkan etikanya di kehidupan sosial media, atau sebaliknya,” jelasnya.

Jika ada orang yang tidak sopan di sosial media, lanjutnya, kita hanya bisa menyikapi dengan “unfollow”.

Dia mengakui bahwa kehidupan media sosial bisa mempengaruhi kehidupan nyata. “Kita juga tidak perlu berharap agar kehidupan bersosial media akan baik-baik saja. Menurut saya, kehidupan sosial media juga perlu dinamika,” katanya.

Namun demikian, ia berharap ada konsistensi kelompok masyarakat yang menyuarakan atau mengampanyekan internet sehat termasuk di media sosial. “Kalau menurut saya pribadi, pengguna internet sudah dewasa jadi dibiarkan saja juga tetap akan baik-baik saja,” tandasnya.

Sementara Wicaksono,bloggerlawas, mengingatkan bahwa etika bukanlah sesuatu yang tertulis, kecuali etika jurnalistik. “Tidak ada yang disepakati bersama oleh para pengguna media sosial. Tapi media itu kan semacam ruang publik, jadi etika yang berlaku sama dengan etika kehidupan kita sehari-hari,” kata Wicaksono.

Etika ini bukan harus dipatuhi, tapi cukup jadi pedoman. Sebab, lanjutnya, etika itu intinya sebuah pedoman. “Misalnya pedoman di jalan raya ada UU Jalan Raya. Tapi ada juga etika di jalan yang tidak tertulis dalam UU,” katanya.

Wicaksono juga sepakat tentang sanksi sosial bagi pelanggar etika. Hanya itu yang bisa diberikan. Sebagai gambaran, katanya, ketika ada orang berperilaku tidak sesuai etika di kantor, langsung bisa ditegur. Minimal diberitahu.

“Tapi kalau dia menolak mematuhi, kita tidak punya perangkat hukum untuk menghukum orang yang melanggar etika tersebut,” kata Wicaksono. Karena itulah, hanya sanksi sosial yang bisa berlaku. Orang yang melanggar etika bakal dijauhi teman-teman. (Iwan S)

Tiga Kata Ajaib



1. MAAF
Jangan segan-segan untuk mengucapkan maaf. Mungkin sebagian orang merasa pantang untuk mengucapkan kata ini, karena banyak anggapan bahwa orang yang meminta maaf akan dianggap lemah, kalah, atau tidak berdaya..
Benarkah ?

Tidak !! kata maaf dapat memunculkan sifat rendah hati, “Maaf” membuat kita bisa menerima keadaan diri kita.. sebagai seorang manusia biasa, yang nggak mungkin luput dari kesalahan.

“Maaf” dapat membantu kita dalam ‘proses mengampuni’ diri sendiri – yang pada akhirnya dapat membawa ke proses ‘mengampuni orang lain’. “Maaf” bukan berarti kalah, sebaliknya, maaf membuat kita belajar menghargai orang lain yang pada akhirnya akan membawa ‘kemenangan tak terduga’ pada diri kita – “Maaf” memberi pelajaran bahwa ‘kebenaran adalah hak bagi semua orang’.

Bahkan, kadangkala “maaf” dapat membuat musuh-musuh kita malu, malu akan dirinya sendiri, malu akan kesombongan dan keangkuhan yang selalu ia pegang selama ini (Apalagi kalau dia betul-betul tahu bahwa sebenarnya kesalahan ada pada dirinya sendiri).

Dan jangan takut untuk meminta maaf !!! dan jangan pernah khawatir “Maaf”-mu tidak diterima.. Bukankah di dalam lubuk hati terdalam setiap manusia, akan selalu ada keinginan untuk memaafkan dan mengampuni orang lain ?
So.. Jangan ragu-ragu untuk mengucapkan kata “Maaf” – dan buka hati anda, serta hancurkan kesombongan itu !


2. TOLONG
Setiap orang tahu, kalau kita adalah makhluk sosial – makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. So.. kata “Tolong” adalah kata yang ‘sangat wajar diucapkan’.

“Tolong” membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita.. “tolong” membuat kita ‘lebih mampu’ menerima diri kita sendiri – secara apa adanya. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih.. apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan – dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita.

Sebagian orang merasa ‘malu’ untuk berkata “tolong” ..kenapa ? karena secara tidak sadar kita memang ‘terdidik’ untuk menjadi ‘mandiri’.. MANDIRI ? .. TIDAK !! Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri – dan setahuku kata “Tolong” akan sangat dibutuhkan untuk menuju kemandirian.. dan jika tidak – anda akan tersesat kepada keegoisan semata.

Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang.. tahukah anda bahwa di dalam hati seseorang pasti selalu ada keinginan untuk menolong orang lain ? bahwa selalu muncul harapan agar bisa membantu dan berarti bagi orang lain ? Yup !! ini adalah insting alami yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.

So.. hargailah orang lain dengan meminta ‘tolong’ kepada dia.. buatlah dia merasa berharga di hidupmu, biarkan dia merasa lega dan bahagia karena bisa menolong anda.. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain.. termasuk orang-orang yang anda benci – karena biasanya kebencian itu akan ‘runtuh’ saat kasih mengalir dalam sebuah pertolongan yang tulus.


3. TERIMA KASIH
Terima kasih ? yup.. kata-kata yang sering kita lupakan saat kita menerima bantuan dari orang lain. Memang, bagi sebagian orang – sangat sulit untuk mengucapkan ini. Kenapa? karena “terima kasih” membutuhkan ketulusan, “terima kasih” membutuhkan tatapan mata yang hangat, “terima kasih” membutuhkan sentuhan kasih… sudahkah kita lupa akan hal-hal ini ?

Kita harus menyadari, bahwa sebenarnya bantuan yang diberikan orang lain kepada kita – apapun itu – tidak akan bisa tergantikan. Banyak orang berusaha ‘membalas budi’ kepada orang lain.. tetapi seringkali hal ini malah melahirkan kekecewaan bahkan permusuhan.

Kenapa ? karena tidak akan ada budi yang bisa terbalaskan.. mata tidak mungkin diganti dengan mata – gigi tidak mungkin digantikan dengan gigi – dan hidup tidak akan mungkin digantikan dengan hidup !

Bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah bukan orang yang kita kenal ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah orang tua kita ? bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah seorang malaikat ? dan bagaimana jika yang memberi bantuan tersebut adalah Tuhan ? mampukah kita ‘membalas-Nya’ ?

Jawabannya simpel : MAMPU !!

Tuhan telah merakit dua kata ini untuk anda.. TERIMA KASIH !! dua kata ini sudah mewakili semuanya. Dua kata ini sudah mewakili balasan apapun yang pernah diberikan oleh orang-orang di sekitar anda. Kata ‘terima kasih’ yang anda ucapkan – mewujudkan bahwa pertolongan yang dia berikan adalah pertolongan yang tak terbalaskan – pertolongan yang sangat berarti bagi hidup anda.

Hindari 10 Perkataan Ini Dalam Menjalani Kehidupan

sumber: http://www.ceritainspirasi.net/


Setidaknya ada 10 kalimat yang memiliki dampak cukup unik pada motivasi hidup. Saya tidak berani berkata “harus menghindari” kalimat-kalimat ini.. Saya hanya bisa “mewaspadainya” sebelum kalimat-kalimat itu menyusun kekuatannya dan mulai menjadi jangkar dalam hidup saya

1. Saya tidak mungkin melakukannya
Hmm… saya tidak perlu mengkerdilkan diri dan kemampuan saya untuk berkata seperti itu. Saya percaya, sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada kekuatan luar biasa yang telah diturunkan langsung dari atas ‘sono’ .


2. Saya tidak punya bakat
Bakat? talenta? yup.. saya akui, “Pintar memang bisa dipelajari, tetapi “bintang” adalah dilahirkan“. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta luar biasa. Tetapi, hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempunyai talenta apa pun, kan? Saya sering melihat bagaimana orang-orang bisa berhasil walau hanya berbekal satu atau dua talenta saja. Sebaliknya saya juga sering melihat banyak orang gagal dan terbuang walau sebenarnya multitalenta.
Sikap, perilaku, dan perkataan justru lebih menentukan bagaimana seseorang bisa dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Saya sendiri lebih menghargai, mendukung, bahkan memprioritaskan “orang-orang biasa” yang berperilaku santun, tekun, dan lemah lembut, daripada mereka yang berbakat luar biasa tetapi memiliki sikap dan perkataan yang kasar atau tidak mengenakkan.. (I know it is ridiculous, but that’s the fact.. ; ) )
Hmmm.. anyway, “bakat” sendiri bukan sebuah hal yang statis. Bakat “ada” karena apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan.. ini proses selama bertahun-tahun. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga seniman.. karena terbiasa mendengarkan nyanyian ibunya sejak kecil, karena terbiasa melihat bapaknya menggambar, saya yakin, ketika dewasa ia akan mewarisi bakat seni orang tuanya (walau belum tentu menyukainya). Demikian juga anak-anak lain yang dibesarkan dari keluarga bisnisman, ilmuwan, dan sebagainya. Sekalipun hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan psikolog, tetapi saya boleh percaya bahwa manusia punya kuasa untuk menciptakan “bakat”!


3. Saya cuma lulusan SD
Kata “SD” pada kalimat di atas boleh diganti dengan “SMP”, “Kejar Paket A”, “TK”, atau apalah.. Yang jelas, pendidikan bukan penentu utama keberhasilan seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang berhasil dari pada yang berpendidikan rendah (maaf). Tetapi bukan berarti lulusan SD tidak bisa berhasil. Saya sering melihat bagaimana sebuah perusahaan yang mayoritas karyawannya sarjana, tetapi ternyata pemiliknya hanya lulusan SD. Anda juga bisa membaca salah satu cerita konyol mengenai hal ini di artikel Email Anak SMP. Bahkan, 6 dari 10 Pemuda Pengubah Dunia yang saya tulis beberapa waktu lalu itu juga tidak pernah lulus kuliah!
So, what? Saya akan berusaha untuk tidak menyalahkan pendidikan sebagai topeng kemalasan dan kebodohan saya. Jika tidak tahu, ya belajar.. simple kan?


4. Lingkungan saya tidak mendukung
Banyak sekali orang-orang hebat lahir dari keadaan yang sama sekali mendukung. Siapa saja? terlalu banyak untuk disebutkan . Beberapa di antaranya pernah tertulis di kategori Tokoh Inspiratif. Banyak tulisan dan lagu hebat yang justru lahir saat penulisnya masih di dalam penjara. Banyak orang kaya lahir dari keluarga miskin. Banyak ilmuwan yang dulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot. Saat keadaan berkecamuk karena perang dan menjadi pengungsi, Albert Einstein malah dinobatkan menjadi Doktor dan Guru Besar. Bung Karno juga bukan sarjana politik, beliau adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang beberapa rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota. Tom Cruise? Ah, dia hanya seorang disleksia yang susah membedakan antara huruf “b” dan “d”. Keadaan bisa membuat berhasil tetapi bisa juga membuat gagal. Yup, Semua tergantung dari bagaimana cara melihat dan menghadapinya..


5. Masa lalu saya hancur
Dalam konteks ini, sepertinya kisah mengenai Oprah Winfrey bisa menutupnya. Yup, orang tuanya bercerai, dan lebih parah lagi, dia pernah diperkosa oleh saudara sepupunya. Tiap orang tahu, mengatasi problem masa lalu memang rumit. Masa lalulah yang membentuk diri dan menentukan bagaimana sifat dan sikap seorang manusia. Tetapi, itu “hanya film”.. yah, film! cukup untuk dilihat dan diikuti ceritanya, bisa dijadikan inspirasi atau motivasi hidup (kalo perlu), atau bisa juga dijadikan ‘hobi’ saat senggang. Tetapi, film hanya film.. berbeda dengan kenyataan sekarang.
Ia hanya dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa dirubah. Kenapa harus ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jika menyutradarai “film baru” yang ceritanya bisa dirubah seperti yang diinginkan.. saya biasa menyebut film baru tersebut: “Masa Depan“.


6. Saya tidak punya kesempatan
Hmm.. setahu saya setiap orang diberi waktu yang sama setiap harinya: 24 jam. Kenapa hasilnya bisa lain? Yup, setiap orang menggunakannya dengan caranya masing-masing. Memang, setiap orang dianugerahi lingkungan yang berbeda-beda. Ada lingkungan yang memang cukup kondusif untuk maju, tetapi ada juga yang destruktif bagi kemajuan. Tetapi, bukan berarti kesempatan itu tidak ada!
Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika melihat orang tertimpa musibah, berarti saya diberi kesempatan untuk menolong.. sekali lagi, Kesempatan! Ia selalu ada di sekitar saya. “Kesempatan” adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak beres menjadi beres.. sesuatu yang gak baik menjadi baik. “Kesempatan” tidak hanya muncul pada situasi-situasi yang mengenakkan, malah sebaliknya, semakin kritis lingkungan, akan semakin banyak kesempatan yang muncul. Bukankah krisis ekonomi tahun 1998 yang lalu justru malah melahirkan banyak sekali jutawan-jutawan baru? Bukankah mereka yang ‘berhasil’ adalah mereka yang bisa melihat dan memanfaatkan “kesempatan” ini?


7. Saya kurang beruntung
Yup, keberuntungan memang bisa dikatakan sebagai hal yang statis, ia tidak datang begitu saja pada setiap orang. Ia memang seperti anugerah. Jika keberuntungan memang sulit diusahakan, lalu kenapa tidak memintanya kepada Sang Pemberi Anugerah? . Dulu pernah ada penelitian mengenai hal ini. Lengkapnya pernah tertulis di artikel The Luck Factor. Yeah.. di situ terdapat beberapa tips untuk ‘merayu’ Sang Pemberi agar selalu melimpahkan keberuntungan pada umatnya.


8. Saya Takut Sakit Hati lagi
Di twitter, seorang sahabat pernah menulis “Mencintai, memiliki, dan merasa kehilangan adalah satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan..”. Selain itu, di blog ini juga pernah ada tulisan Tentang Perpisahan. Yup.. “Kelak, setiap orang pasti akan meninggalkanmu, atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.. “. Sakit hati juga sebuah bagian penting dari proses kehidupan.. bukankah Hati yang sempurna dan bijaksana adalah justru hati yang memiliki banyak bekas luka?


9. Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan
Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh. Tidak ada karyawan yang sama sekali tidak pernah mengecewakan atasannya. Yang paling penting adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata mengecewakan orang lain? yup.. Tiga Kata Ajaib mungkin bisa bisa membantu.. ^^


10. Saya takut salah
Nobody perfect! That’s all.. . Setahu saya.. orang yang takut salah dan takut gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan. Tidak ada percobaan ilmiah yang tidak pernah gagal. Tidak ada pengusaha sukses yang belum pernah bangkrut, tidak ada peruntung tenar yang belum pernah mengalami kerugian, tidak ada aktivis yang tidak pernah teraniaya, tidak ada tokoh politik yang belum pernah dikritik, dan tidak ada selebritis terkenal yang belum pernah dicacimaki. Yup.. ini adalah “kuat-kuatan”, mereka yang tahan terhadap dampak kesalahan yang pernah dibuat dan tidak pernah berhenti berusaha.. merekalah yang berhasil.. ^^

Hebatnya Kentang, Bisa Bersihkan Karat sampai Pecahan Kaca

sumber: http://digoda.net/index.php/topic/2971-hebatnya-kentang-bisa-bersihkan-karat-sampai-pecahan-kaca/


Selain lezat, kentang ternyata dapat membantu Anda dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Dengan bantuan kentang, Anda dapat membersihkan karat hingga menghindari bahaya pecahan kaca.

Tidak percaya? Jangan remehkan kentang! Anda bisa mencoba beberapa kegunaannya berikut ini.


Menghilangkan karat

Karat terbentuk ketika besi menyerap kelembaban. Karat juga dapat terjadi ketika besi terkena air. Sebelum karat benar-benar merusak perabotan terbuat dari besi, sebaiknya Anda membersihkan karat dengan segera.

Gunakan potongan kentang untuk membersihkan karat yang ada pada baking pan, pisau, dan peralatan lainnya. Kentang mengandung oxalid acid yang mampu menghilangkan karat.

Caranya, potong kentang menjadi dua. Celupkan bagian potongan kentang ke dalam sabun cuci piring atau baking soda. Setelah itu, gosokkan kentang di area besi yang berkarat.

Jika kentang sudah bertambah licin, potong dan tambahkan sabun atau baking soda kembali. Setelah itu, bilas perabotan dan keringkan.


Bersihkan kaca

Kentang ternyata juga dapat digunakan untuk membersihkan kaca. Hampir sama dengan cara menghilangkan karat, Anda hanya perlu memotong kentang dan menggosokkannya. Jangan lupa mengelapnya kembali dengan kain bersih. Selain untuk membersihkan kaca, kentang juga efektif untuk menghindarkan kaca Anda dari kabut.


Mengambil potongan kaca

Ketika gelas pecah berkeping-keping, pecahan kaca terkadang sangat kecil dan sulit untuk disingkirkan. Ambillah kentang dan gunakan sebagai "media" untuk menyingkirkan potongan kaca.


Merangkai bunga

Untuk menjaga agar rangkaian bunga tetap memiliki bentuk sempurna, umumnya orang-orang menggunakan flower foam. Namun, jika tidak ada flower foam, Anda juga dapat menggunakan kentang untuk menancapkan bunga-bunga.


Membersihkan perlengkapan perak

Kentang juga dapat membersihkan noda yang ada pada peralatan makan dan perlengkapan lain yang terbuat dari perak. Selain menggosokkan kentang mentah ke peralatan Anda, air rebusan kentang juga dapat Anda gunakan.

Caranya, rendam peralatan perak tersebut ke dalam air rebusan kentang selama 20 menit. Dengan cara mudah ini, noda akan segera hilang.

Daripada Disate atau Dipanggang, Daging Lebih Sehat Direbus

sumber: http://health.detik..com/read/2012/10/26/115818/2073528/763/daripada-disate-atau-dipanggang-daging-lebih-sehat-direbus?991104topnews


Jakarta, Daging sapi ataupun kambing paling nikmat memang dibakar dan disate. Selain jadi lebih gurih, aromanya pun lebih terasa. Sayangnya, makanan yang enak seperti ini belum tentu baik bagi jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa daging paling sehat jika dimasak dengan cara direbus.

Para ilmuwan dari University of Illinois, mengatakan metode memasak yang menghasilkan kerak atau tekstur renyah pada daging pada suhu sangat tinggi akan menghasilkan protein yang disebut advanced glycation end products (AGEs). Protein ini berkaitan dengan pembentukan plak di pembuluh darah yang lama-lama dapat mengeras dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membandingkan asupan makanan dari 65 peserta penelitian selama 10 hari. Hasilnya menemukan bahwa pasien dengan komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah cenderung lebih banyak makan produk-produk yang mengandung AGEs.

Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam International Journal of Food Science and Nutrition. Untuk setiap kenaikan satu unit asupan AGEs, peserta penelitian memiliki kemungkinan 3,7 kali lebih besar terserang penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Penderita diabetes selama bertahun-tahun disarankan untuk memanggang atau membakar makanannya, bukan menggoreng. Itu masih benar, tetapi jika punya diabetes, protein AGEs cenderung menumpuk di jaringan lain dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan jangka panjang," kata peneliti, prof Karen Chapman-Novakofski seperti dilansir Daily Mail, Jumat (26/10/2012).

Yang paling dikhawatirkan adalah kesehatan penderita diabetes karena risikonya terkena penyakit jantung meningkat akibat kerusakan pembuluh darahnya lebih cepat. Apabila plak terbentuk dengan cepat, maka pembuluh darah akan menyempit dan berisiko memicu penyakit jantung atau stroke.

Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada penderita diabetes tipe 2. Sebanyak 65 persen penderita diabetes meninggal akibat kedua penyakit ini. Oleh karena itu, para ilmuwan menyarankan untuk menggunakan metode memasak yang lebih tradisional seperti merebus atau mengkukus daging.

Chapman-Novakofski yang merupakan seorang profesor gizi ini menjelaskan bahwa AGEs dapat dihasilkan oleh setiap jenis daging, tetapi yang paling banyak adalah daging cincang olahan. Oleh karena itu, kandungannya dalam produk seperti burger atau sosis lebih tinggi ketimbang daging utuh seperti steak atau sate.

"Mengurangi asupan lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi buah, sayuran dan serat penting bagi penderita diabetes. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa persiapan makanan mungkin penting juga. Merebus daging akan dapat mengurangi asupan AGEs," terang Prof Chapman-Novakofski.

Cara Bikin Pedang Katana

sumber: http://travel.detik..com/read/2012/10/12/080941/2060827/1383/5/begini-nih-cara-bikin-pedang-katana991104topnews


Sakai - Tak ada yang meragukan kehebatan Katana, pedang para Samurai di Jepang. Kalau Anda traveling ke Sakai, Jepang, lihatlah bagaimana pedang legendaris ini dibuat.

detikTravel berkesempatan melihat langsung pembuatan pedang itu di satu-satunya tempat pembuatan pisau dan pedang tradisional di Sakai, Jepang. Lokasi tersebut bernama Tanjero, sementara sang pembuat pedang bernama Mizuno.

mizuno: 


Mizuno adalah generasi kelima dari keluarga pengrajin besi yang memproduksi pedang, pisau dan alat potong lainnya sejak periode kekaisaran Edo sekitar 300 tahun lalu. Selama turun temurun, keluarga itu terus mewariskan kemampuan memindai besi hingga dijadikan alat potong berkualitas tinggi. Meski zaman sudah modern, teknik produksi mereka tak pernah berubah.

"Sekarang tinggal satu-satunya di Sakai, bahkan mungkin Jepang," kata Mizuno kepada para wartawan dari program ASEAN Weekly Committe, di Sakai, Rabu (10/10/2012).

Mizuno sempat berdemonstrasi teknik pembuatan pedang Katana yang dipesan seorang kolektor. Sekadar diketahui, di Jepang tak bisa sembarangan memiliki pedang Katana sebelum ada izin pemerintah. Pedang itu kini hanya digunakan untuk kebutuhan pameran atau koleksi, bukan lagi senjata pembunuh seperti di masa lalu.

demo: 


Di bagian awal, Mizuno memperlihatkan teknik pemanasan besi dengam memanaskannya di sebuah tungku tradisional selama beberapa jam. Lalu dia mulai memindai besi tersebut dengan teknik khusus dan sebuah alat bantu tekan. Aktivitas ini dilakukan terus berulang hingga mendapatkan kualitas pedang yang sempurna.

"Untuk membuat pedang Katana berkualitas butuh waktu setahun, tak bisa cepat," kata Mizuno.

Karena produksinya cukup repot dan memakan lama, wajar saja Mizuno memasang harga tinggi untuk produk-produknya. Untuk pisau dapur saja, Mizuno mematok tarif 10.000 yen, berbeda jauh dengan pisau dapur buatan pabrik yang berkisar di angka 5.000 yen.

pedang: 


"Harga itu sepadan dengan usaha saya. Saya tidak takut bersaing dengan pisau modern, karena ini memiliki nilai lainnya," ujar bapak satu anak ini.

Saat membuat pedang, Mizuno tak pernah lupa memakai baju kimono khusus berwarna putih. Pria berusia 27 tahun itu memindai besi tanpa terlihat lelah. Begitu pun juga saat mengangkat alat-alat berat saat bekerja.

"Ini keahlian yang saya pelajari selama turun menurun dan akan saya wariskan pada anak saya yang baru saja lahir," terangnya.

sakai: 


Sekadar informasi, Sakai memang dikenal sebagai kota para pandai besi. Namun seiring dengan perkembangan zaman, tak lagi ditemukan para pandai besi tradisional seperti Mizuno. Karena itulah, toko dan pabrik yang ditempati Mizuno jadi destinasi turis paling banyak dikunjungi selama di Sakai.

Sebuah upaya pelestarian budaya sekaligus menjanjikan keuntungan bisnis yang cukup tinggi. Jangan lewatkan tempat pembuatan Katana, kalau Anda liburan ke Sakai.

Friday, October 26, 2012

Joki Skripsi, "Jalan" Pintas Menuju Wisuda

sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/10/23/417/708261/joki-skripsi-jalan-pintas-menuju-wisuda


Skripsi merupakan perjuangan terakhir dan terberat mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Tidak mengherankan, kepuasan tertinggi yang dirasakan mahasiswa adalah ketika akhirnya mampu menyelesaikan skripsi dan maju sidang.

Namun, tidak semua mahasiswa pantang menyerah dan rela jatuh bangun untuk menyelesaikan skripsi. Adapula mahasiswa yang mengambil jalan pintas dengan
memanfaatkan jasa pembuat skripsi.

Salah satu penyedia jasa pembuatan skripsi yang tidak mau disebutkan namanya mengaku telah menekuni bidang ini sejak 2007. Dia mengungkap, penyediaan jasa ini bermula dari seorang mahasiswa yang tengah mengerjakan skripsi di rental miliknya di kawasan Jakarta Selatan. Mahasiswa tersebut mengeluh karena mengalami kesulitan dalam mengerjakan skripsi tersebut dan meminta bantuan kepadanya.

"Saya bingung, tapi saya coba pelajari. Setelah saya pelajari, saya pun membantu anak itu untuk menyelesaikan skripsinya," ujar penyedia jasa tersebut kepada Okezone belum lama ini.

Kemudian, dia pun sering diminta tolong untuk mengerjakan skripsi. Namun, dia menyebut, tidak pernah bermaksud untuk mengomersialkan "bantuannya" tersebut. "Awalnya cuma untuk membantu karena saya kasihan. Tapi karena saya butuh uang untuk hidup, ya, dilanjutkan hingga sekarang," paparnya.

Kliennya berasal dari berbagai kampus di Jakarta baik negeri maupun swasta. Bahkan tidak hanya mahasiswa S-1 dan S-2, ada dosen yang pernah menjadi kliennya. "Ada juga dosen yang ingin bikin thesis atau disertasi untuk S-2 atau S-3-nya," tuturnya.

Dia menyatakan, telah menerima permintaan pembuatan skripsi dari berbagai jurusan. Ada jurusan Ekonomi, Manajemen, dan Komunikasi. Namun, dia mengaku lebih memilih mengerjakan skripsi mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif.

"Kalau kuantitatif tidak terlalu ribet. Dua-tiga hari juga selesai. Tapi kalau kualitatif tidak bisa diburu-buru. Sementara mahasiswa kan suka dadakan mau ketemu dosen untuk konsultasi. Pokoknya kalau memang lagi enggak ribet dan banyak kerjaan, ya saya mau saja terima yang kualitatif,"

Pemulung pun Ikut Berkurban

sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/pemulung-pun-ikut-berkurban-di-tebet.html



Jemaah Salat Idul Adha di Masjid Raya Al Ittihad, Tebet Barat, Jakarta Selatan, berdecak kagum pagi ini. Sebelum salat dimulai, panitia Kurban mengumumkan perolehan sapi dan kambing yang diterima.

Hebatnya, seorang pemulung ikut menyumbangkan hewan kurban berupa kambing di masjid yang megah dan besar tersebut.

"Perlu kami umumkan, kambing yang terbesar justru diberikan oleh seorang yang pekerjaannya pemulung. Beliau biasa berkeliling di sekitar Tebet sini," ujar seorang panitia Kurban melalui pengeras suara, Jumat (26/10).

Ada sekitar 27 sapi dan kambing yang diterima panitia Kurban Masjid Al Ittihad. Pemulung yang namanya tak disebutkan itu menyerahkan kambing beberapa hari lalu.

"Setiap hari, beliau pula yang memberi makan kambing tersebut," kata pembawa acara.

Hampir seluruh jemaah salat terkesima mendengar pengumuman itu. Saat memimpin salat, suara imam pun bergetar seperti menahan tangis. "Hebat. Subhanallah," gumam jemaah.

Cara Cepat Menghilangkan Noda Tinta pada Tangan / Kulit




nih tips buat kamu yg kesel krn ketumpahan tinta atau  kecipratan tinta di kulit

apalagi kena tinta printer, susa banget buat ngilanginnya...

jgn panik, cukup sediakan lem cair untuk kertas, biasanya pake merk povinal 


cukup olesi lem pada kulit anda yg terkena tinta, tunggu sekitar 2 menitan sampe kering....

kemudian gosok2 dah....trus di cuci pake sabun sampe bersih.